Page 474 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 AGUSTUS 2021
P. 474
Kemenkeu menegaskan pemberian BSU dilakukan untuk mendukung sektor usaha dan
mencegah pemutusan hubungan kerja karena perusahaan masih menghadapi sejumlah
tantangan termasuk terkait pembayaran upah pekerjanya.
Syarat Penerima BSU 2021 Menurut Permenaker Pekerja yang berhak mendapatkan BSU 2021
harus memenuhi persyaratan : a. warga negara Indonesia yang dibuktikan dengan kepemilikan
nomor induk kependudukan (NIK); b. peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS
Ketenagakerjaan sampai dengan bulan Juni 2021; c. mempunyai gaji/upah paling banyak
sebesar Rp3.500.000,00 (tiga juta lima ratus ribu rupiah) per bulan; d. bekerja di wilayah
pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 3 dan level 4; e. diutamakan yang bekerja
pada sektor usaha industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri, properti dan real
estate, perdagangan dan jasa kecuali jasa pendidikan dan kesehatan, sesuai dengan klasifikasi
data sektoral di BPJS Ketenagakerjaan.
Ada tiga perbedaan BSU Tahap 1 2020 dan BSU Tahap 2 tahun ini, menurut Kemnaker, yaitu:
1. Kriteria penerima BSU Pada aspek kriteria calon penerima BSU, khususnya pada batasan
gaji/upah, wilayah, serta sektor pekerjaan yang terdampak.
Pada BSU tahun ini, pekerja/buruh yang berhak mendapatkan bantuan harus mempunyai
gaji/upah paling banyak Rp3,5 juta.
Pekerja/buruh yang bekerja di wilayah dengan UMP atau UMK lebih besar dari Rp3,5 juta, maka
persyaratan gaji/upah tersebut menjadi paling banyak sebesar UMP atau UMK dibulatkan ke atas
hingga ratus ribuan penuh.
Misalnya, Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp4.416.185 dibulatkan menjadi
Rp4.500.000. Begitu juga dengan Upah Minimum Kabupaten Karawang sebesar Rp4.798.312,00
dibulatkan menjadi Rp4.800.000.
BSU tahun ini diutamakan bagi pekerja/buruh yang bekerja pada sektor industri barang
konsumsi, transportasi, aneka industri, properti dan real estate, perdagangan dan jasa, kecuali
jasa pendidikan dan kesehatan.
2. Besaran BSU yang diberikan Besaran dana yang akan diterima oleh pekerja/buruh pada BSU
tahun 2021 ini sebesar Rp500 ribu per bulan untuk dua bulan dan akan disalurkan sekaligus
sebesar Rp1 juta.
Nominal tersebut berbeda dengan tahun lalu yakni dana yang disalurkan penerima BSU sebesar
Rp600 ribu per bulan selama empat bulan sehingga jumlah BSU yang didapatkan sebesar Rp2,4
juta.
3. Skema pencairan BSU Dari sisi skema penyaluran, khususnya pada rekening penerima BSU
yang seluruhnya akan disalurkan melalui empat bank Himbara, yakni BRI, BNI, BTN, dan Bank
Mandiri. Pada tahun lalu, penyaluran dana BSU menggunakan rekening pribadi penerima BSU.
Peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa mengecek status apakah menerima BSU 2021 atau tidak
melalui link sso.bpjsketenagakerjaan.go.id dengan mengikuti langkah berikut ini:
1. Buka situs web https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/ ; 2. Pada laman utama, isikan di kolom
alamat email dan password Anda. Jika lupa password, bisa klik "Lupa Kata Sandi" untuk
memperbarui kata sandi melalui email Anda; 3. Centang "Saya Bukan Robot"; 4. Pilih "Login"; 5.
Akan muncul akun Anda berupa nama, NIK, dan pilihan menu yang Anda inginkan; 6. Dalam
salah satu menu tersebut, Anda bisa memilih "Bantuan Subsidi Upah"; 7. Setelah itu, akan
muncul status kepesertaan Anda dalam program BSU
473

