Page 471 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 AGUSTUS 2021
P. 471

PERUSAHAAN DIMINTA SEMAKIN TERBUKA PEKERJAKAN PENYANDANG
              DISABILITAS
              Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  mengimbau  seluruh  pelaku  usaha  untuk  semakin
              terbuka dan memberikan akses kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas.

              Mengingat,  penyandang  disabilitas  berhak  berpartisipasi  dan  berperan  serta  dalam
              pembangunan untuk mencapai kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan ekonominya.

              “Mempekerjakan  penyandang  disabilitas  mampu  memberikan  benefit/nilai  tambah  terhadap
              reputasi,  prestise,  dan  nama  baik  perusahaan,  sebagai  entitas  yang  berkomitmen  dalam
              mewujudkan  dunia  kerja  inklusif,  dalam  penghormatan  asas  kesetaraan,“  ujar  Sekretaris
              Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi dalam keterangan, Kamis 12 Aguatus 2021.

              Dia  mengatakan  hal  itu  saat  memberikan  arahan  secara  virtual  dalam  Rapat  Koordinasi
              Percepatan Penyelenggaraan Unit Layanan Disablitas (ULD) Bidang Ketenagakerjaan Provinsi di
              Makassar, Sulawesi Selatan.

              Anwar mengungkapkan, berdasarkan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP)
              dan data Dinas Ketenagakerjaan Provinsi dan Kabupaten/Kota per-Januari 2020, tercatat 546
              perusahaan  mempekerjakan  penyandang  disabilitas,  dengan  jumlah  tenaga  kerja  disabilitas
              sebanyak 4.508 orang dari total tenaga kerja yang bekerja sebesar 538.518 orang.

              Dilihat dari rasio kebekerjaan penyandang disabilitas yang telah bekerja secara formal, Anwar
              Sanusi mengakui masih terhitung rendah.

              Untuk  itu,  melalui  penyelenggaraan  ULD  yang  memperkuat  layanan  bidang  ketenagakerjaan
              kepada  tenaga  kerja,  maupun  pemberi  kerja  yang  mempekerjakan  penyandang  disabilitas,
              semakin  membuktikan  tenaga  kerja  penyadang  disabilitas  bukan  hanya  memiliki  hak,  tetapi
              merupakan  sumber  daya  manusia  yang  mampu  bekerja  dengan  etos  kerja  sangat  baik  dan
              produktif.

              Anwar menjelaskan, penetapan Peraturan Pemerintah RI (PP) Nomor 60 tahun 2020 tentang
              ULD Bidang Ketenagakerjaan, diharapkan semakin memperkuat kesadaran (awareness raising)
              semua  pihak  bahwa  ULD  bidang  Ketenagakerjaan  wajib  diselenggarakan  untuk  memperkuat
              layanan pemenuhan hak atas pekerjaan bagi penyandang disabilitas.

              Terkait dengan prinsip pemenuhan hak pekerjaan ini, Anwar Sanusi mengatakan pasal penting
              terkait dengan pekerjaan adalah Pasal 53, Ayat (1) yang mewajibkan Pemerintah, Pemerintah
              Daerah, BUMN, dan BUMD untuk mempekerjakan paling sedikit 2 persen Penyandang Disabilitas
              dari jumlah pegawai atau pekerja, dan Ayat (2) yang mewajibkan Perusahaan swasta untuk
              mempekerjakan  paling  sedikit  1  persen  Penyandang  Disabilitas  dari  jumlah  pegawai  atau
              pekerja.

              “Sementara pasal 56 dan pasal 60 menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib
              memberikan jaminan, pelindungan, dan pendampingan kepada Penyandang Disabilitas untuk
              berwirausaha atau mendirikan badan usaha sesuai dengan peraturan perundangan-undangan,
              serta memberikan pelatihan kewirausahaan kepada Penyandang Disabilitas yang menjalankan
              unit usaha mandiri,” ujarnya.
              Direktur  Bina  Penempatan  Tenaga  Kerja  Dalam  Negeri  (PTKDN)  Kemnaker,  Nora  Kartika
              Setyaningrum,  mengingatkan,  isu  disabilitas  merupakan  isu  lintas  sektor,  sehingga
              penanganannya  memerlukan  kerja  sama  kolaboratif  antar  pemangku  kepentingan,  baik  di
              pemerintah, swasta, dan masyarakat umum, termasuk para penyandang disabilitas sendiri.



                                                           470
   466   467   468   469   470   471   472   473   474   475   476