Page 467 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 AGUSTUS 2021
P. 467

"Sangat jelas di dalam ketentuan Pasal 30 ayat (1) UU No. 18 th 2017 tentang Perlindungan PMI,
              bahwa 'PMI tidak dapat dibebani biaya penempatan'. Sementara ayat 2, bahwa 'mengenai biaya
              penempatan diatur oleh peraturan kepala badan' dalam hal ini kepala BP2MI," ujarnya.

              Sehingga, ujar Sekretaris PPP Malaysia tersebut, BP2MI membuat peraturan BP2MI No. 9 tahun
              2020 tentang Pembebasan Biaya Penempatan PMI.

              Di dalam ketentuan Pasal 3 ayat (1) Peraturan BP2MI tersebut jelas menyebutkan bahwa "PMI
              tidak dapat dibebani biaya penempatan".

              Sementara di ayat (4) bahwa "biaya penempatan seperti: tiket keberangkatan, tiket pulang, visa
              kerja, legalisasi perjanjian kerja, jasa perusahaan, pergantian paspor, SKCK, jaminan sosial PMI,
              pemeriksaan kesehatan, transportasi lokal, dan akomodasi dibebankan kepada pemberi kerja.

              Sementara di ketentuan ayat (5) bahwa "biaya penempatan seperti pelatihan kerja, dan sertifikat
              kompetensi kerja dibebankan kepada Pemerintah Daerah".

              "Dari ketentuan norma yang ada di Pasal 30 UU Nomer 18 tahun 2017 dan pasal 3 Peraturan
              BP2MI No. 9 tahun 2020, sangat jelas bahwa PMI tidak dapat dibebani biaya. Program dengan
              memberikan  pinjaman  KUR  kepada  PMI  bertentangan  dengan  UU  No.  18  tahun  2017  dan
              Peraturan BP2MI No. 9 tahun 2020," katanya.

              Dengan kebijakan ini, ujar dia, BP2MI memaksa PMI untuk membuat pinjaman bank dengan
              sistem KUR yang artinya semua biaya penempatan PMI ditanggung sendiri oleh pekerja dengan
              cara berhutang yang mesti nantinya wajib dibayar oleh mereka.













































                                                           466
   462   463   464   465   466   467   468   469   470   471   472