Page 98 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 AGUSTUS 2021
P. 98
Pada tahun lalu, penyaluran bantuan subsidi gaji tahap kedua hanya mencapai 98,91 persen,
dengan sasaran pekerja atau buruh yang mendapatkan sebanyak 12,4 juta.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email "Bisa dimungkinkan dapat asal memenuhi persyaratan bantuan subsidi upah
2021," ujar Anwar.
Sebanyak 8 juta pekerja akan mendapatkan bantuan subsidi gaji sebesar Rp 1 juta untuk dua
bulan. Artinya, per bulannya mendapatkan Rp 500.000.
Di dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 16 Tahun 2021, dijelaskan
persyaratan pekerja yang berhak menerima bantuan pemerintah tersebut.
Pertama, pekerja yang berhak mendapatkan bantuan harus mempunyai gaji atau upah paling
banyak sebesar Rp 3,5 juta.
Dengan ketentuan, pekerja tersebut bekerja di wilayah dengan UMP atau UMK lebih besar dari
Rp 3,5 juta, maka persyaratan gajinya menjadi paling banyak sebesar UMP atau UMK dibulatkan
ke atas hingga ratus ribuan penuh.
Sebagai contoh, upah minimum Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 4.416.185 dibulatkan menjadi
Rp 4,5 juta. Begitu juga dengan UMK di Kabupaten Karawang sebesar Rp 4.798.312,00
dibulatkan menjadi Rp 4,8 juta.
Adapun pada aspek batasan wilayah, pekerja yang berhak mendapatkan BSU, yaitu pekerja yang
bekerja di wilayah PPKM Level 3 dan Level 4.
BSU tahun ini diutamakan bagi pekerja yang bekerja pada sektor industri barang konsumsi,
transportasi, aneka industri, properti, dan real estate, perdagangan dan jasa, kecuali jasa
pendidikan dan kesehatan.
Sedangkan tahun lalu, batasan gaji penerima BSU maksimal sebesar Rp 5 juta dan tidak ada
pembatasan wilayah maupun sektor.
Dari sisi skema penyaluran, khususnya pada rekening penerima BSU yang seluruhnya akan
disalurkan melalui empat bank milik negara atau Himbara, yakni BRI, BNI, BTN, dan Mandiri.
Sedangkan untuk wilayah Aceh, penyaluran bantuan subsidi gaji akan menggunakan Bank
Syariah Indonesia (BSI). Pada tahun lalu penyaluran dana BSU menggunakan rekening pribadi
penerima BSU.
97

