Page 410 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 NOVEMBER 2020
P. 410

Ada beberapa kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi yang dirasa bukan pro rakyat. Seperti
              memasukkan tenaga kerja dari China, menyetujui pelemahan UUD KPK, RUU PIP, Pancasila jadi
              Ekasila dan lain sebagainya. Berbagai kebijakan terkesan merugikan negara. Sebagian rakyat
              menuduh ini kesalahan Jokowi semata. Menimbulkan kemarahan dimana-mana?!

              Mengurus negara Indonesia ini rumit sekali. Apalagi jika dalam negara itu tengah mengalami
              persoalan ekonomi. Efeknya guncangan politik desakan mundur pada Presiden terjadi. Banyak
              contoh beberapa Presiden di dunia memilih mengundurkan diri karena persoalan krisis ekonomi.
              Suasana ini diperkeruh manuver elit politik yang ingin jadi pengganti.

              Apalagi dalam situasi Covid-19 yang sedang menjadi wabah dunia. Akan membawa ancaman
              krisis  multi  dimensi  di  setiap  negara.  Epidemi  Covid-19  ini  telah  menelanjangi  kualitas
              kepemimpinan  serta  kemampuan  manajemen  para  peresiden  di  berbagai  negara  di  dunia.
              Apakah  Presiden  mampu  mengatasinya  atau  bahkan  menimbulkan  masalah  baru  di  depan
              mata?!

              Tapi melengserkan Presiden Jokowi bukan sesuatu yang mudah. Karena beliau hasil pemilu yang
              sah.  Untuk  melengserkannya  harus  melalui  jalur  yang  sah.  Seperti;  karena  melakukan
              pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana
              berat  lainnya,  atau  perbuatan  tercela  maupun  apabila  terbukti  tidak  lagi  memenuhi  syarat
              sebagai Presiden."(Pasal 7A UUD 1945).

              Jika hanya gara-gara UUD Omnibus law Ciptakarya yang dianggap menyengsarakan kaum buruh,
              maka bukan melengserkan Presiden solusinya. Tetapi buruh dapat mengajukan gugatan Judial
              reviu kepada MA (Mahkamah Konstitusi). Selanjutnya MA meminta kepada Pemerintah (DPR)
              untuk membatalkan UUD Ciptakarya. Cara seperti ini yang selayaknya, menjalankan konstitusi
              yang tertera.

              Peristiwa lengser Presiden di dunia terjadi dengan dua cara yakni lengser karena kudeta militer
              dan lengser karena desakan rakyat. Pertama karena kudeta militer. Karena keadaan politik dan
              ekonomi yang sangat kacau, maka dengan alasan penyelamatan negara, militer mengambil alih
              kekuasaan negara sementara atau seterusnya, tergantung situasi kondisi negara selanjutnya.

              Pristiwa kudeta militer pernah terjadi di beberapa negara dunia. Salah satunya terjadi di Mesir.
              Pada  3  Juli  2013,  Abdul  Fattah  el-Sisi,  Kolonel  Jenderal  Angkatan  Bersenjata  Mesir,
              mengumumkan bahwa Presiden Muhammad Morsi telah dilengserkan dan mengangkat kepala
              Mahkamah Konstitusi sebagai Presiden Mesir sementara. Morsi diadili selama lima tahun lebih
              dan meninggal dunia pada Tahun 2019.

              Indonesia pernah mengalami lengser Presiden Sukarno dengan "sangat manis." Karena suasana
              ekonomi  kacau  balau,  diperburuk  lagi  dengan  pembunuhan  tujuh  jendral  oleh  PKI.  Rakyat
              melakukan  demonstrasi.  Presiden  Sukarno  meminta  Jendral  Suharto  untuk  mengamankan
              negara  melaui  "Supersemar."  Selanjutnya  diadakan  sidang  MPR  yang  mengangkat  Presiden
              Suharto sebagai Presiden.

              Kedua  lengsernya  Presiden  Suharto.  Kerusuhan  semakin  melebar  di  seluruh  penjuru  negeri.
              Beberapa demonstran hilang dan mati. Pemilu dipercepat ditawarkan elit politik sebagai solusi.
              Anggota DPR ngotot agar Presiden mengundurkan diri. Tapi anak Suharto keberatan ayahnya
              mengundurkan diri. Namun Suharto lebih mementingkan keselamatan negeri. Kamis, 21 Mei
              1998, Presiden Suharto resmi mengundurkan diri.

              Malangnya, ada beberapa Presiden atau Perdana Menteri yang lengser berakhir dipenjara. Di
              Malasyia,  Perdana  Menteri  Najib  Razak,  yang  kalah  dalam  Pemilu  tahun  2018,  menghadapi
              sejumlah tuduhan kriminal dan divonis 12 tahun penjara. Di Filipina, Presiden Estrada yang ke-



                                                           409
   405   406   407   408   409   410   411   412   413   414   415