Page 425 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 NOVEMBER 2020
P. 425

Bank Rakyat Indonesia ( BRI ), sebagai salah satu bank penyalur, memastikan penyaluran subsidi
              gaji termin II sudah selesai disalurkan pada Kamis (19/11/2020).
              "Untuk penyaluran BSU gelombang 2 batch (termin) II berakhir hari ini (19/11) dan BRI sudah
              menyalurkan  seluruh  bantuan  tersebut  kepada  masyarakat,"  kata  Sekretaris  Perusahaan
              (Corsec) BRI Aestika Oryza Gunarto kepada Kompas.com, Kamis (19/11/2020).

              Menurutnya, BRI sudah menyalurkan total bantuan subsidi senilai Rp 1,3 triliun kepada lebih dari
              1,1 juta penerima bantuan. Mereka adalah penerima subsidi gaji gelombang pertama dan kedua.

              "Untuk batch 1 sudah disalurkan sejak tanggal 9 November 2020 dan batch 2 sudah disalurkan
              sejak tanggal 13 November 2020," jelas dia.

              Pencairan BSU termin II ini secara keseluruhan menyasar 2.713.434 pekerja yang memenuhi
              syarat menerima subsidi gaji.
              Sementara itu, jumlah dana yang disalurkan kepada masing-masing pekerja pada termin II ini
              adalah Rp 1,2 juta, nominalnya sama dengan termin I.

              Meski sebagian besar bantuan gaji telah disalurkan, jika masih ada pekerja yang memenuhi
              syarat belum menerima bantuan bisa melapor ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

              Ada beberapa alternatif yang disarankan untuk mengadu atau melapor, salah satunya melalui
              aplikasi Sisnaker milik Kemenaker.

              Selain itu, pekerja bisa melapo r juga keBPJS Ketenagakerjaan.

              Pengaduan bisa dilakukan melalui nomor WhatsApp 08119303305, call center 021-50816000,
              media sosial resmi, dan call center BPJS Ketenagakerjaan.

              Menaker Ida Fauziyah mengakui proses penyaluran BSU termin II sedikit berbeda dibandingkan
              termin I.

              Sebab, perlu dilakukan pemadanan data dengan data wajib pajak, sesuai rekomendasi dari KPK
              terhadap penyalur BSU.

              "Kami mendapat rekomendasi dari KPK bahwa diperlukan adanya pemadanan data penerima
              BSU dengan data pajak yang ada di Direktorat Jenderal Pajak (DJP)," ujar Menaker Ida.

              Ia mengungkapkan hasil pemadanan data tersebut sudah diterima pihak Kemnaker pada Jumat
              (13/11/2020). Data tersebut kemudian dijadikan dasar untuk proses penyaluran BSU termin II.

              Bagi pekerja penerima BSU yang sudah memenuhi syarat, Ida menjamin pencairan termin II
              tetap dilanjutkan sesuai prosedur.
              Bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah adalah salah satu program percepatan Pemulihan
              Ekonomi Nasional (PEN).

              Subsidi Rp 600.000 per bulan selama empat bulan ini diberikan kepada pekerja yang memenuhi
              kriteria Permenaker Nomor 14 Tahun 2020.

              Kriteria tersebut meliputi Warga Negara Indonesia (WNI), pekerja penerima upah di bawah Rp
              5  juta,  tercatat  sebagai  peserta  aktif  BPJS  Ketenagakerjaan  per  30  Juni  2020,  dan  terakhir
              memiliki rekening aktif.




                                                           424
   420   421   422   423   424   425   426