Page 1172 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1172

POLITISI GERINDRA: MESKI PANDEMI, MESTINYA UPAH MINIMUM 2021 TETAP
              NAIK
              Anggota  DPR dari  Fraksi  Partai  Gerindra  Obon Tabroni  mengatakan,  seharusnya  pemerintah
              tetap menaikkan upah minimum tahun 2021 meski perekonomian nasional mengalami kesulitan
              akibat pandemi Covid-19.

              Sebab, menurut Obon, kenaikan upah minimum akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan
              meningkatkan daya beli masyarakat.

              "Pengusaha  kesulitan,  pekerja  juga  sulit  dengan  kondisi  sekarang,  tetapi  tetap  mesti  ada
              kenaikan upah, karena dengan kenaikan maka daya beli buruh akan tumbuh," kata Obon saat
              dihubungi Kompas.com, Rabu (28/10/2020).

              "Bagaimana  kita  mau  mendorong  pertumbuhan  ekonomi  kalau  daya  beli  itu  tidak  tumbuh,"
              tuturnya.

              Menurut  Obon,  pemerintah  bisa  tetap  menaikkan  upah  minimum  tahun  depan  dengan
              menentukan nilai yang tidak memberatkan dunia usaha.

              Obon juga membandingkan kondisi krisis ekonomi pada tahun 1998, upah minimum ketika itu
              diputuskan tetap naik meski dalam kondisi sulit.

              "Kalau terkait upah ini baru kali ini, karena 1998 Indonesia krisis parah, upah tetap naik. Upah
              itu pasti naik cuma besarannya aja yang berbeda," ujarnya.

              Selain itu Obon berpendapat, jika alasan pemerintah tidak menaikkan upah minimum karena
              terdapat subsidi gaji, hal tersebut tidak tepat.

              Sebab, tidak semua pekerja atau buruh terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat
              penerimaan subsidi gaji.

              "Kalau perusahaan aktif itu biasanya mereka ikut aturan hukum. Tapi kalau perusahaan nakal
              itu buruhnya sudah jatuh tertimpa tangga, upah tidak sesuai, BPJS tidak didaftarkan," tuturnya.


              Lebih lanjut, Obon mengatakan, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah masih memiliki waktu
              untuk mengubah kebijakan upah minimum tahun 2021 tersebut.

              "Bisa (upah minimum diubah), kan berlakunya pada Januari, Januari dari sekarang November
              Desember, masih ada waktu," kata dia.

              Sebelumnya diberitakan, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah menerbitkan Surat Edaran
              (SE) yang ditujukan kepada Gubernur se-Indonesia. Surat Edaran Nomor M/11/HK.04/2020 ini
              mengatur  tentang  Penetapan  Upah  Minimum  Tahun  2021  pada  Masa Pandemi  Corona  Virus
              Disease 2019 (Covid-19).
              Dalam surat edaran tersebut, pemerintah memutuskan upah minimum 2021 tidak mengalami
              kenaikan alias setara dengan upah minimum tahun ini.

              "Mempertimbangkan  kondisi  perekonomian  Indonesia  pada  masa  pandemi  Covid-19  dan
              perlunya pemulihan ekonomi nasional, diminta kepada gubernur untuk melakukan penyesuaian
              penetapan nilai Upah Minimum Tahun 2021 sama dengan nilai Upah Minimum Tahun 2020,"
              sebut surat edaran itu, dikutip pada Selasa (27/10/2020).

              Surat edaran penetapan upah minimum tersebut telah diteken oleh Menaker pada 26 Oktober
              2020.


                                                          1171
   1167   1168   1169   1170   1171   1172   1173   1174   1175   1176   1177