Page 1549 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1549

TENAGA KERJA RI PUNYA PELUANG BESAR KERJA JADI PERAWAT LANSIA DI
              JEPANG
              Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan negara-negara ASEAN dan 3
              negara  mitra  yaitu  RRT  (Cina),  Jepang,  dan  Republik  Korea  (Korea  Selatan),  sepakat  untuk
              meningkatkan kerja sama bidang ketenagakerjaan.

              Kesepakatan  peningkatan  kerja  sama  ketenagakerjaan  negara  ASEAN  dengan  ketiga  negara
              mitra  tersebut  terungkap  dalam  pertemuan  18th  Senior  Labour  Officials  Meeting  Plus  Three
              (SLOM+3), secara hybrid virtual meeting di Jakarta, hari Selasa (27/10/2020).

              "Dari  diskusi  pertemuan  SLOM  tadi, ketiga  negara  mitra  (RRT,  Jepang, dan  Republik  Korea)
              sangat terbuka sekali berbagai kesempatan untuk bekerja sama bidang ketenagakerjaan," ujar
              Anwar kepada media usai mengikuti SLOM+3 secara virtual.

              Anwar menjelaskan salah satu peluang kerja di Jepang yang sedang dibuka lebar untuk pekerja
              asing,  terutama  dari  Indonesia,  adalah  sebagai  perawat  alias  caregiver  atau  dalam  bahasa
              Jepang disebut Kaigofukushishi. Tugas caregiver adalah merawat lansia di Jepang.

              "Indonesia memiliki kans mengirim tenaga kerja non blue collar seperti caregiver. Banyak lansia
              di Jepang yang membutuhkan tenaga perawat," kata Anwar Sanusi.

              Sementara  Republik  Korea,  lanjutnya,  juga  mendukung  berbagai  kerja  sama  regional
              ketenagakerjaan  untuk  menghentikan  perdagangan  manusia  (human  trafficking)  di  ASEAN.
              Korea sepakat bekerja sama meningkatkan perlindungan dan promosi hak-hak pekerja migran
              dari eksploitasi dan penganiayaan. Termasuk, memperkuat perlindungan dan promosi hak-hak
              pekerja migran dengan meningkatkan tata kelola tenaga kerja di negara-negara ASEAN.

              "Apalagi Indonesia pun telah memiliki Atase Ketenagakerjaan di Korea. Mudah-mudahan setelah
              pandemi COVID-19, kita bisa meningkatkan kualitas tenaga kerja yang akan kita kirim ke Korea,"
              ucapnya.

              Sementara  Cina  juga  telah  menawarkan  kerja  sama  dengan beberapa negara  ASEAN  terkait
              banyak  isu.  Misalnya  soal  Keselamatan  dan  Kesehatan  Kerja  (K3)  atau  ASEAN  Occupational
              Safety and Health (ASEAN-OSHNET).

              "Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan momentum SLOM+3 ini untuk dua tahun ke depan
              sebaik-baiknya,  untuk  kemajuan  ASEAN  secara  umum,  dan  kemajuan  ketenagakerjaan  di
              Indonesia," katanya.

              Anwar menambahkan tiga negara yakni Cina, Jepang dan Republik Korea, memiliki multilateral
              dan bilateral cooperation. Multilateral akan dilakukan apabila ada event tertentu yang melibatkan
              beberapa negara. Indonesia pun sangat terbuka untuk kerja sama bilateral dengan negara RRT,
              Jepang, dan Republik Korea.

              "Kita punya pengalaman cukup bagus untuk kerja sama bilateral dengan tiga negara tersebut,"
              ujarnya.

              Kepala Biro Kerja sama Luar Negeri (KLN) Kemnaker, Indah Anggoro Putri, mengatakan bahwa
              hasil pembahasan SLOM+3 ini akan dibawa dan diadopsi dalam pertemuan atau Forum ASEAN
              Labour Minister's Meeting Plus Three(ALMM+3) berupa Joint Statement yang berisi pencapaian
              laporan kerja atau project yang sudah dikerjakan, sedang berlangsung, dan akan dilaksanakan
              ASEAN SLOM+3 di tahun 2021-2025.

              "Jadi  ini  sifatnya  lebih  mempererat  kerja  sama  dalam  bidang  ketenagakerjaan  ASEAN  +3,"
              ujarnya.

                                                          1548
   1544   1545   1546   1547   1548   1549   1550   1551   1552   1553   1554