Page 1544 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1544

Keputusan  tersebut  tertuang  dalam  surat  edaran  Menteri  Ketenagakerjaan  RI  No
              M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetaan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona
              Virus Disease 2019 (Covid-19).



              UPAH MINIMUM 2021 TAK NAIK, BAGAIMANA PROSPEK PEMULIHAN KONSUMSI
              TAHUN DEPAN?

              Pemerintah  memutuskan  untuk  tidak  menaikkan  upah  minimum  2021  mempertimbangkan
              kondisi perekonomian Indonesia pada masa pandemi Covid-19 dan perlunya pemulihan ekonomi
              nasional.

              Keputusan  tersebut  tertuang  dalam  surat  edaran  Menteri  Ketenagakerjaan  RI  No
              M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetaan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona
              Virus Disease 2019 (Covid-19).

              "[Gubernur diminta untuk] melakukan penyesuaian penetapan nilai Upah Minimum Tahun 2021
              sama dengan nilai Upah Minimum Tahun 2020," kata Menaker Ida Fauziyah dalam surat edaran
              tersebut.

              Ekonom  Institute  for  Development  of  Economics  and  Finance  (Indef)  Bhima  Yudhistira
              berpendapat keputusan pemerintah untuk menahan kenaikan upah minimum 2021 berpotensi
              semakin menekan daya beli masyarakat, khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah.
              Dalam  kondisi  ekonomi  yang  sangat  tertekan  saat  ini,  menurut  Bhima,  justru  pemerintah
              seharusnya mendorong kenaikan upah minimum .

              "Sebelumnya keluar surat edaran Menaker No. M/6/HI.00.01/V/2020 yang membuka peluang
              THR tidak dibayar tepat waktu oleh pengusaha. Jika sekarang ditambah upah minimum tidak
              naik, maka ini strategi yang salah untuk perlindungan pekerja dan pemulihan ekonomi," katanya
              kepada Bisnis, Selasa (27/10/2020).

              Bhima menjelaskan, upah minimum seharusnya bertujuan melindungi buruh yang rentan. Jika
              upah minimum tidak naik, maka efek ke daya beli buruh akan sulit pulih dalam waktu yang cepat.

              Di samping itu, pemerintah memproyeksikan inflasi pada 2021 dikisaran 3 persen. Jika inflasi
              naik tetapi upah minimum tidak naik, maka daya beli pekerja rentan akan anjlok.

              "Ini  berpengaruh  pada  konsumsi  agregat  2021.  Konsumsi  punya  peran  penting  pada  PDB,
              sehingga diproyeksikan ekonomi masih akan alami kontraksi," jelasnya.

              Menurut  Bhima,  bantuan  sosial  yang  digelontorkan  pemerintah  juga  tidak  akan  bisa
              menggantikan upah minimum yang tidak naik. Pasalnya, belanja jaminan sosial pemerintah yang
              sebesar  2,1  persen dari  PDB  masih  sangat  kecil  jika dibandingkan  dengan  negara  tetangga,
              misalnya Timor Leste yang sebesar 13,8 persen dari PDB.
              Sementara, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet
              mengatakan  dampak  upah  minimum  yang  tidak  naik  pada  2021  akan  bergantung  pada
              komponen bantuan pemerintah yang lain pada tahun depan.

              Yusuf menilai jika tidak ada bantuan tambahan, seperti bantuan langsung tunai (BLT), bagi kelas
              pendapatan menengah ke bawah, maka upah minimum yang tidak naik berpotensi menekan
              daya beli.





                                                          1543
   1539   1540   1541   1542   1543   1544   1545   1546   1547   1548   1549