Page 1540 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1540

Dengan keluarnya surat edaran ini, Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi perlawanan buruh
              akan semakin mengeras terhadap penolakan tidak adanya kenaikan upah minimum 2021 dan
              penolakan omnibus law UU Cipta Kerja.

              "Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha
              semata," kata Said Iqbal dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

              Menurutnya, pengusaha memang sedang susah. Tapi buruh juga jauh lebih susah.

              Seharusnya  pemerintah  kata  dia,  bisa  bersikap  lebih  adil,  yaitu  tetap  ada  kenaikan  upah
              minimum 2021. Tetapi bagi perusahaan yang tidak mampu maka dapat melakukan penangguhan
              dengan  tidak  menaikan  upah  minimum  setelah  berunding  dengan  serikat  pekerja  di  tingkat
              perusahaan dan melaporkannya ke Kemenaker.

              "Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada
              kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," tegasnya.

              Lebih  jauh  Said  Iqbal  mempertanyakan,  "Apakah  presiden  sudah  mengetahui  keputusan
              Menaker ini? Atau hanya keputusan sepihak Menaker?" Oleh karena itu, KSPI dan seluruh serikat
              buruh di Indonesia akan melakukan aksi nasional besar-besaran di 24 provinsi pada 2 November
              dan 9 sampai 10 Nopember yang diikuti puluhan dan bahkan ratusan ribu buruh di Mahkamah
              Konstitusi, Istana, DPR RI, dan di kantor Gubernur di seluruh Indonesia dengan membawa isu
              batalkan  omnibus  law  UU  Cipta  Kerja  dan  harus  ada  kenaikan  upah  minimum  2021  untuk
              menjaga daya beli masyarakat.

              Sebelumnya, KSPI menyebut 4 alasan mengapa upah minimum 2021 harus naik .












































                                                          1539
   1535   1536   1537   1538   1539   1540   1541   1542   1543   1544   1545