Page 1542 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1542

Elemen buruh dari berbagai asosiasi memadati kawasan tersebut.

              Tidak adanya kenaikan upah diputuskan dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan (Menaker)
              Ida Fauziyah Nomor M/ll/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada
              Masa  Pandemi  Corona  Virus  Disease  2019  (Covid-19).  Surat  itu  ditujukan  kepada  seluruh
              gubernur di Indonesia.

              Ketua  Umum  Pimpinan  Pusat  FSP  TSK  SPSI,  Roy  Jinto  Ferianto,  menyatakan  dalam  sejarah
              perburuhan  baru  kali  ini  tidak  ada  kenaikan  upah.  Kondisi pandemi  Covid-19  yang  dijadikan
              alasan tidak bisa diterima.

              Roy menyatakan, buruh juga menolak upah minimum provinsi (UMP) 2021 yang juga tidak naik.
              Padahal, ini merupakan tanggung jawab dari Gubernur Jawa Barat.

              "Pandemi  Covid-19  bukan  alasan  untuk  tidak  menaikkan  upah.  UMP  bukan  tanggung  jawab
              Presiden,  bukan  tanggung  jawab  menteri.  Makanya,  kita  minta  kepada  Gubernur  Jabar
              menaikkan upah minimum minimal 8 persen seperti tahun lalu," tegas Roy saat orasi.

              Kenaikan upah harus dilakukan karena upah yang saat ini berlaku masih murah. Ia mendasarkan
              hal  itu  pada  keputusan  pemerintah  mengeluarkan  bantuan  subsidi  upah  (BSU)  Rp600.000.
              Pemberian BSU tidak lantas membuat daya beli meningkat, karena menurut dia, berdasarkan
              data pemerintah, ekonomi kita masih minus 2 persen. Padahal proyeksi pertumbuhan ekonomi
              Indonesia tahun 2021 sebesar 5,3.

              "Saat krisis moneter 1998 lalu, dolar naik. Hari ini, dolar standar, Rupiah menguat. Saat krisis
              moneter, pemerintah menaikkan upah tidak kurang dari 15 persen. Masa ini gara-gara Covid,
              upah tidak naik, di mana logikanya," ucap dia.

              "Kita minta bupati wali kota untuk menaikkan UMK minimal 8 persen, setelah itu kita kepung
              lagi.  Kita  pastikan  tanggal  20-21  (November  2020),  Gubernur  menetapkan  UMP  sesuai
              rekomendasi kabupaten/kota," tegas dia.

              [lia].

































                                                          1541
   1537   1538   1539   1540   1541   1542   1543   1544   1545   1546   1547