Page 1536 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1536
Dalam waktu dekat, cuti bersama bakal jatuh pada tanggal 28 dan 30 Oktober 2020. Sementara
tanggal 29 Oktober 2020 adalah libur nasional peringatan Maulid Nabi Muhammad saw.
Lantas apakah kebijakan cuti bersama ini juga berlaku bagi sektor swasta dan adakah sanksi
bagi perusahaan yang tidak meliburkan pekerja saat cuti bersama? Menteri Ketenagakerjaan,
Ida Fauziyah, menyatakan perusahaan pun yang tidak meliburkan pekerjanya di waktu-waktu
tersebut tidak akan dikenai sanksi atau denda.
"Karena fakultatif, maka tidak wajib dan tidak ada denda," ucap Menaker Ida di Jakarta, Selasa
(27/10/2020).
Namun menurutnya, perusahaan yang mempekerjakan pekerjanya selama libur cuti bersama,
maka harus memberikan upah lembur. "Dan apabila dinyatakan sebagai hari cuti bersama, tapi
ternyata pekerja harus masuk kerja, maka berlaku upah lembur," ucapnya.
Ida menambahkan, cuti bersama untuk pekerja di sektor swasta bersifat fakultatif.
"Cuti bersama bagi sektor swasta itu fakultatif, maka pelaksanaannya berdasarkan kesepakatan
serikat pekerja dan pengusaha dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing
perusahaan," kata dia.
Pemerintah menetapkan jika pada 28 dan 30 Oktober 2020 (Rabu dan Jumat) sebagai cuti
bersama Maulid Nabi Muhammad SAW. Ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor
17 Tahun 2020 tentang Cuti Bersama Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS Tahun
2020. Aturan ini ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 18 Agustus 2020.
Melansir laman Sekretariat Kabinet, penetapan cuti bersama dalam rangka mewujudkan efisiensi
dan efektivitas hari kerja serta memberi pedoman bagi Instansi Pemerintah dalam melaksanakan
cuti bersama tahun 2020.
Selain itu, untuk melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan bahwa bagi
Manajemen Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Sebab itu,
cuti bersama ditetapkan dengan Keputusan Presiden.
Dalam bunyi Diktum Pertama Keppres, menyebutkan jika cuti bersama ASN tahun 2020 yaitu
pada tanggal 21 Agustus 2020 (Jumat) sebagai cuti bersama Tahun Baru Islam 1442 Hijriah.
Kemudian tanggal 28 dan 30 Oktober 2020 (Rabu dan Jumat) sebagai cuti bersama Maulid Nabi
Muhammad SAW. Selanjutnya tanggal 24 Desember 2020 (Kamis) sebagai cuti bersama Hari
Raya Natal.
Terakhir tanggal 28, 29, 30, dan 31 Desember 2020 (Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis) sebagai
pengganti cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Dikatakan bagi PNS, cuti bersama
menurut Keppres ini, tidak mengurangi hak cuti para ASN.
Sesuai Diktum Ketiga Keppres ini, Pegawai Aparatur Sipil Negara yang karena Jabatannya tidak
diberikan hak atas cuti bersama, hak cuti tahunannya ditambah sesuai dengan jumlah cuti
bersama yang tidak diberikan.
"Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan," bunyi Diktum keempat Keppres.
1535

