Page 1559 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1559

UMP 2021 TAK NAIK, BURUH BAKAL GELAR DEMO BESAR-BESARAN

              Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  menyesalkan  sikap  pemerintah  yang  tidak
              menaikkan Upah Minimum Provinsi 2021 ( UMP 2021 ).

              Guna  menentang  hal  itu,  KSPI  dan  seluruh  serikat  buruh  di  Indonesia  akan  melakukan  aksi
              nasional besar-besaran di 24 propinsi pada 2 Noveember dan 9-10 November 2020.

              Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, pengusaha memang sedang susah. Namun, nasib buruh
              juga jauh lebih susah. Menurutnya, seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap
              ada kenaikan UMP 2021 .

              "Menaker (Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah) tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya
              memandang  kepentingan  pengusaha  semata,"  kata  Said  Iqbal  dalam  keterangannya  kepada
              Liputan6.com, Selasa (27/10/2020).
              Said melanjutkan, perusahaan yang tidak mampu dapat melakukan penangguhan dengan tidak
              menaikan upah minimum setelah berunding dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan dan
              melaporkannya ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

              "Tapi jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap
              ada kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," tegasnya.

              Lebih jauh Said Iqbal mempertanyakan keputusan ini. "Apakah Prdesiden sudah mengetahui
              keputusan Menaker ini? Atau hanya keputusan sepihak Menaker?" tanyanya.

              Adapun, demonstrasi tersebut nantinya diikuti puluhan hingga ratusan ribu buruh. Mereka akan
              berdemo  di  depan  kantor  Mahkamah  Konstitusi,  Istana,  DPR  RI,  dan  di  kantor  Gubernur  di
              seluruh Indonesia bersamaan dengan isu pembatalan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  memutuskan  untuk  tidak  menaikkan  upah  minimum
              tahun  2021  (UMP  2021).  Hal  tersebut  tertuang  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Menteri
              Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum
              tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.

              Dikutip  dari  Surat  Edaran  Menaker  tersebut,  Selasa  (27/10/2020),  pandemi  Covid-19  telah
              berdampak  pada  kondisi  perekonomian  dan  kemampuan  perusahaan  dalam  memenuhi  hak
              pekerja dan buruh termasuk dalam membayar upah.

              Dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian
              terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

              Atas  dasar  hal  tersebut,  Menteri  Ida  Fauziyah  meminta  kepada  para  gubernur  di  seluruh
              Indonesia  untuk  melakukan  penyesuaian  penetapan  nilai  Upah  Minimum  Tahun  2021  sama
              dengan nilai Upah Minimum tahun 2020. Dengan kata lain tidak ada kenaikan UMP 2021.

              Ida juga meminta kepada para gubernur untuk melaksanakan penetapan upah minimum setelah
              tahun 2021 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.


              Dalam SE ini, para kepala daerah wajib mengumumkan upah minimum provinsi tahun 2021 pada
              31 Oktober 2020.

              Direktur Pengupahan Kemnaker, Dinar Titus Jogaswitani menambahkan, dalam SE tersebut tidak
              ada kata kenaikan sehingga UMP 2021 sama dengan tahun ini.

              "Jadi nilai upah minimum 2021 sama dengan nilai upah minimum 2020. Tidak ada kenaikan dan
              di SE tidak ada kata kenaikan," tegas Dinar Titus Jogaswitani.

                                                          1558
   1554   1555   1556   1557   1558   1559   1560   1561   1562   1563   1564