Page 1689 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1689

Diketahui, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan memutuskan upah minimum 2021
              tidak mengalami kenaikan alias sama dengan upah minimum 2019.
              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, telah menerbitkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan
              kepada Gubernur se-Indonesia.

              Upah Minimum 2021 Tak Naik, Depenas: Keputusan Bijak Saat Pandemi Covid-19 Surat Edaran
              Nomor  M/11/HK.04/2020  ini  mengatur  tentang Penetapan  Upah  Minimum  Tahun  2021  pada
              Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

              SE ini diterbitkan dalam rangka memberikan perlindungan dan keberlangsungan bekerja bagi
              pekerja/buruh  serta  menjaga  kelangsungan  usaha,  perlu  dilakukan  penyesuaian  terhadap
              penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

              Penerbitan  juga  dilatarbelakangi  keberadaan  pandemi  Covid-19  yang  telah  berdampak  pada
              kondisi  perekonomian  dan  kemampuan  perusahaan  dalam  memenuhi  hak  pekerja/buruh
              termasuk dalam membayar upah.

              "Mempertimbangkan  kondisi  perekonomian  Indonesia  pada  masa  pandemi  Covid-19  dan
              perlunya pemulihan ekonomi nasional, diminta kepada Gubernur untuk melakukan penyesuaian
              penetapan nilai Upah Minimum Tahun 2021 sama dengan nilai Upah Minimum Tahun 2020,"
              kata Menaker Ida, Selasa (27/10/2020) dikutip dari laman resmi kemnaker.go.id .

              Surat edaran yang diteken Menaker pada 26 Oktober 2020 ini secara resmi upah minimum 2021
              akan ditetapkan dan diumumkan oleh seluruh pemerintah daerah pada akhir Oktober 2020.

              "Melaksanakan  penetapan  upah  minimum  setelah  tahun  2021  sesuai  ketentuan  peraturan
              perundang-undangan.  Menetapkan  dan  mengumumkan  Upah  Minimum  Provinsi  Tahun  2021
              pada tanggal 31 Oktober 2020," kata Menaker Ida.
              Upah  Minimum  2021  Resmi  Tak  Naik,  Berikut  Daftar  Lengkap  UMP  2020  di  Seluruh  Provinsi
              Indonesia Sebagai informasi, berikut daftar Upah Minimum Provinsi (UMP) dan UMK tahun 2020
              di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur.

              DKI Jakarta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan upah minimum provinsi (UMP) tahun
              2020 sebesar Rp 4.267.349.

              Provinsi  Banten  Dikutip  dari  Kompas.com,  berikut  daftar  besaran  UMK  2020  untuk  8
              kota/kabupaten di Provinsi Banten: 1. Kota Cilegon Rp 4.246.081,00 2. Kota Tangerang Selatan
              Rp  4.168.268,00  3.  Kabupaten  Tangerang  Rp  4.168.268,00  4.  Kabupaten  Serang  Rp
              4.152.887,00 5. Kota Tangerang Rp 4.119.029,00 6. Kota Serang Rp 3.773.940,00 7. Kabupaten
              Pandeglang Rp 2.758.909,00 8. Kabupaten Lebak Rp 2.710.654,00 Provinsi Jawa Barat UMK di
              Provinsi Jawa Barat diatur dalam Surat Edaran Nomor: 561/75/Yanbangsos, terkait Pelaksanaan
              Upah Minimum Kota/ Kabupaten di Provinsi Jawa Barat tahun 2020.

              Dikutip  dari  Jabarprov.go.id,  berikut  besaran  UMK  di  Provinsi  Jawa  Barat  tahun  2020:  1.
              Kabupaten Karawang Rp 4.594.324,54 2. Kota Bekasi Rp 4.589.708,90 3. Kabupaten Bekasi Rp
              4.498.961,51 4. Kota Depok Rp 4.202.105,87 5. Kota Bogor Rp 4.169.806,58 6. Kabupaten Bogor
              Rp 4.083.670,00 7. Kabupaten Purwakarta Rp 4.039.067,66 8. Kota Bandung Rp 3.623.778,91
              9. Kabupaten Bandung Barat Rp 3.145.427,79 10. Kabupaten Sumedang Rp 3.139.275,37 11.
              Kabupaten Bandung Rp 3.139.275,37 12. Kota Cimahi Rp 3.139.274,74 13. Kabupaten Sukabumi
              Rp 3.028.531,71 14. Kabupaten Subang Rp 2.965.468,00 15. Kabupaten Cianjur Rp 2.534.798,99
              16.  Kota  Sukabumi  Rp  2.530.182,63  17.  Kabupaten  Indramayu  Rp  2.297.931,11  18.  Kota
              Tasikmalaya Rp 2.264.093,28 19. Kabupaten Tasikmalaya Rp 2.251.787,92 20. Kota Cirebon Rp
              2.219.487,67 21. Kabupaten Cirebon Rp 2.196.416,09 22. Kabupaten Garut Rp 1.961.085,70 23.
              Kabupaten  Majalengka  Rp  1.944.166,36  24.  Kabupaten  Kuningan  Rp  1.882.642,36  25.
                                                          1688
   1684   1685   1686   1687   1688   1689   1690   1691   1692   1693   1694