Page 1684 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1684

Ringkasan

              Ribuan buruh dari gabungan berbagai serikat pekerja berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota
              Bandung pada Selasa (27/10/2020). Mereka menolak Upah Minimum 2021 yang ditetapkan tak
              naik atau sama dengan Upah Minimum 2020 karena situasi pandemi COVID-19.

              Di  sela-sela  aksi,  para  buruh  pun  berjoget  di  depan  Gedung  Sate  diiringi  lagu  'Buruh,  Tani,
              Mahasiswa'  yang  dibawakan  dengan  gaya  reggae.  Sementara  buruh  yang  lainnya  berteduh,
              karena hujan mulai mengguyur kala itu.



              AKSI TOLAK UPAH MINIMUM 2021, RIBUAN BURUH JABAR JOGET DI DEPAN
              GEDUNG SATE

              Ribuan buruh dari gabungan berbagai serikat pekerja berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota
              Bandung pada Selasa (27/10/2020). Mereka menolak Upah Minimum 2021 yang ditetapkan tak
              naik atau sama dengan Upah Minimum 2020 karena situasi pandemi COVID-19.

              Di  sela-sela  aksi,  para  buruh  pun  berjoget  di  depan  Gedung  Sate  diiringi  lagu  'Buruh,  Tani,
              Mahasiswa'  yang  dibawakan  dengan  gaya  reggae.  Sementara  buruh  yang  lainnya  berteduh,
              karena hujan mulai mengguyur kala itu.

              Sebelumnya,  tak  naiknya  upah  minimum  2021  tertuang  dalam  Surat  Edaran  Menteri
              Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah Nomor M/ll/HK .04/X/2020 tentang Penetapan Upah
              Minimum  Tahun  2021  Pada  Masa  Pandemi  Corona  Virus  Disease  2019  (COVID-19).  Surat
              tersebut ditujukan kepada para gubernur.

              Ketua  DPD  FSP  LEM  SPSI  Jabar  Muhamad  Sidarta  mengatakan,  kondisi  pandemi  COVID-19
              seolah-olah menggiring buruh agar memaklumi tak naiknya upah minimum 2021.

              "Pemerintah  sudah  sejak  awal  menggulirkan  opini  itu,  menggiring  opini  itu  supaya  rakyat,
              khususnya kaum buruh memaklumi kalau upah buruh 2021 tidak naik, akan disamakan dengan
              upah tahun 2020. Artinya apa? Pemerintah tidak pro rakyat, tidak pro buruh sebenarnya masalah
              seperti ini bukan pertama kali kita pernah krisis 98. Upah naik tidak masalah," kata Sidarta di
              Gedung Sate, Selasa (27/10).

              Sidarta  mengatakan,  tahun  depan  belum  tentu  kondisi  ekonomi  tetap  prihatin.  Berkaca  dari
              pengalaman, ujar Sidarta, ekonomi Indonesia masih bisa terselamatkan tanpa harus menunda
              kenaikan upah minimum bagi buruh.

              "Pemerintah tetap menaikkan upah buruh sebagai jaring pengaman yaitu upah minimum baik
              UMP, UMK dan UMSK sebagai jaring pengamanan," ujarnya.

              Sidarta  mengatakan,  tak  naiknya  upah  minimum  2021  akan  berpengaruh  pada  daya  beli
              masyarakat, yang buntutnya mengganggu pertumbuhan ekonomi secara nasional.
              "Kami menolak isi surat edaran tersebut, itu pasti akan memperlemah daya beli kaum buruh dan
              rakyat,  karena  upah  buruh  dibelanjakan  untuk  pedagang,  ojek,  untuk  mengontrak  rumah
              dibelanjakan  lagi  kalau  daya  beli  (buruh)  melemah  tentu  masyarakat  lain  juga  melemah,"
              katanya.
              Sementara  itu  Ketua  Umum  Pimpinan  Pusat  FSP  TSK  SPSI  Roy  Jinto  Ferianto  mengatakan,
              sedianya  ada  lima tuntutan  yang dibawa  gabungan  serikat pekerja  dalam  unjuk  rasa  itu.  Di
              samping menolak tak naiknya upah minimum 2021, buruh juga mendesak agar Omnibus Law
              UU Cipta Kerja dicabut.


                                                          1683
   1679   1680   1681   1682   1683   1684   1685   1686   1687   1688   1689