Page 1698 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1698

9-10 NOVEMBER, RATUSAN RIBU BURUH ANCAM MOGOK NASIONAL

              Puluhan ribu buruh akan menggelar aksi demo besar-besaran pada Senin, 2 November 2020,
              jika  Presiden  Joko  Widodo  (Jokowi)  menandatangani  Undang-Undang  Omnibus  Cipta  Kerja
              (Ciptaker). Selanjutnya, ratusan ribu buruh akan melakukan aksi mogok nasional serempak di
              24 provinsi pada tanggal 9-10 Nobember 2020.

              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal memperkirakan, UU Ciptaker
              akan ditandatangani Presiden Jokowi pada 28 Oktober 2020.

              "Maka  2  November  kami  pastikan  buruh  KSPI  akan  menyerukan  aksi  nasional  di  seluruh
              Indonesia, 20 provinsi dan lebih dari 200 kabupaten/kota, kami akan aksi besar-besaran," kata
              Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta, Senin (26/10/2020).

              Said memastikan, aksi demo besar-besaran ini akan dilakukan secara terukur, konstitusional dan
              berlangsung damai. Aksi demo tersebut juga akan disertai dengan pengajuan uji materi atau
              judicial review (JR) UU Ciptaker ke Mahkamah Konstitusi (MK).

              "Tanggal 2 November tersebut tentu secara bersamaan kami akan membawa judicial review UU
              Cipta Kerja, andaikan tanggal 28 Oktober sudah ditanda tangani dan memiliki nomor," ujarnya.

              Said mengatakan, aksi demo menolak UU Ciptaker akan digelar di sekitar Istana Negara dan
              Mahkamah  Konstitusi.  "Sampai  kapan  kita  aksi?  Aksi-aksi  itu  sampai  kita  menang,  dan
              dikeluarkannya  putusan  dari  MK.  Enggak  ada  batas  waktu  kapan  saja  kami  persiapkan  aksi
              terarah dan konstitusional," pungkasnya.

              Mogok Nasional

              Selain itu, KSPI juga akan melakukan aksi nasional serempak di 24 provinsi pada tanggal 9-10
              November yang diikuti ratusan ribu buruh dengan tuntutan DPR RI harus melakukan pencabutan
              omnibus law UU Cipta Kerja melalui proses legislative review sesuai mekanisme UUD 1945 pasal
              20,21, dan 22A serta UU PPR.

              Selain  meminta  pencabutan  omnibus  law  UU  Cipta  Kerja,  dalam  aksi  pada  tanggal  9-10
              November 2020 juga akan disampaikan tuntutan buruh lainnya yaitu meminta kenaikan upah
              minimum  2021  sebesar  8%  di  seluruh  Indonesia  dan  menolak  tidak  adanya  kenaikan  upah
              minimum 2021.

              Terpisah, Ketua Umum Badan Relawan Nusantara (BRN) Edysa Girsang mengatakan, aksi yang
              akan  digelar  ribuan  buruh  pada  tanggal  1  November  2020  merupakan  cara  terbaik  agar
              pemerintah mau mendengar suara rakyat. Apalagi UU Ciptaker yang ditolak kaum buruh juga
              akan berdampak buruk terhadap nasib para buruh jika benar UU tersebut akan ditandatangani
              oleh Jokowi.
              "Aksi adalah cara rakyat mengingatkan pemerintah, bahwa ada bahaya dari sebuah kebijakan
              yang diambil negara," paparnya.

              Eki,  panggilan  akrab  Edysa  memaparkan,  buruh  menolak  UU  Ciptaker  karena  sejak  awal
              pembahasan UU tersebut juga telah cacat prosedural.

              Anehnya  ketika  diprotes  malah  dianggap  buruh  salah  membacanya.  Oleh  karena  itu  yang
              menjadi pertanyaan, apa kerja dari pihak - pihak yang mensosialisasi UU Ciptaker.

              "Lalu bagaimana dengan dengar pendapat dengan pakar terkait? Dan apakah para pakar, dosen,
              professor yang memprotes juga salah baca? Apakah rakyat dianggap bodoh?" tanyanya.

              Safari
                                                          1697
   1693   1694   1695   1696   1697   1698   1699   1700   1701   1702   1703