Page 1703 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1703

Adapun  isi  surat  edaran  tersebut  adalah  meminta  kepada  para  Gubernur  untuk  melakukan
              penyesuaian penetapan upah minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun
              2020.

              Dengan keluarnya surat edaran ini, Presiden KSPI Said Iqbal memprediksi aksi perlawanan buruh
              akan semakin menguat terhadap penolakan tidak adanya kenaikan upah minimum 2021 dan
              penolakan omnibus law UU Cipta Kerja.

              "Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha
              semata," kata Said Iqbal dalam keterangannya, Selasa (27/10).

              Menurutnya, pengusaha memang sedang susah namun buruh juga jauh lebih susah. Untuk itu,
              Iqbal meminta pemerintah bisa bersikap lebih adil dengan tetap menaikkan upah minimum di
              tahun 2021.

              Bagi  perusahaan  yang  tidak  mampu  menaikkan  upah,  maka  dapat  melakukan  penangguhan
              setelah  berunding  dengan  serikat  pekerja  di  tingkat  perusahaan  dan  melaporkannya  ke
              Kemenaker.

              "Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada
              kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," tegasnya.

              Puluhan Ribu Buruh KSPI Geruduk Mahkamah Konstitusi Pada 2 November Lebih jauh, Said Iqbal
              pun meragukan permintaan Menaker tersebut sudah dilakukan atas persetujuan Presiden Joko
              Widodo.

              Merasa kecewa dengan keputusan tersebut, KSPI dan seluruh serikat buruh di Indonesia akan
              melakukan aksi nasional besar-besaran di 24 Provinsi pada 2 November di Mahkamah Konstitusi,
              Istana, DPR RI, dan di kantor Gubernur di seluruh Indonesia.
              EDITOR: DIKI TRIANTO Tag: SAID IQBAL BURUH KSPI UMP .







































                                                          1702
   1698   1699   1700   1701   1702   1703   1704   1705   1706   1707   1708