Page 1707 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1707

neutral - Roy Jinto Ferianto (Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP) Kami mendorong agar Gubernur
              dapat  mendengar  dan  mengikuti  permintaan  kaum  buruh  Jawa  Barat  sebagai  rakyat  yang
              dipimpinnya, memang yang datang hari ini hanya perwakilan dari berbagai daerah, tapi tujuan
              kami sama yaitu, tolak imbauan Menaker, karena kami akan terus memperjuangkan nasib kami
              hingga  tuntutan  kami  dipenuhi,  termasuk  aksi  lanjutan  di  Istana  Presiden  Jakarta  untuk
              menyampaikan langsung pada Presiden dan aksi mogok kerja nasional

              positive - Ida Fauziyah (Menaker) Penetapan upah minimum tahun 2021 mempertimbangkan
              kondisi  perekonomian  Indonesia  pada  masa  pandemi  COVID-19  dan  perlunya  pemulihan
              ekonomi nasional, diminta kepada gubernur untuk, (1) melakukan penyesuaian penetapan nilai
              upah minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020

              neutral  -  Ida  Fauziyah  (Menaker)  Sehubungan  dengan  hal  tersebut  di  atas,  diminta  kepada
              Saudara untuk menindaklanjuti dan menyampaikan Surat Edaran ini kepada Bupati/WaIikota
              serta pemangku kepentingan terkait di wilayah Saudara



              Ringkasan

              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  memutuskan  untuk  tidak  menaikkan  upah
              minimum tahun 2021 atau sama dengan tahun lalu (2020).

              Keputusan tersebut, disampaikan kepada para gubernur seluruh Indonesia melalui Surat Edaran
              Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/ll/HK .04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun
              2021 Pada Masa Pandemi Covid-19, Senin (26/10/2020).



              GUBERNUR JABAR JANGAN TURUTI MENTERI, SOAL UPAH MINIMUM 2021 TAK
              NAIK, KATA DUA KETUA SERIKAT BURUH

              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  memutuskan  untuk  tidak  menaikkan  upah
              minimum tahun 2021 atau sama dengan tahun lalu (2020).

              Keputusan tersebut, disampaikan kepada para gubernur seluruh Indonesia melalui Surat Edaran
              Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/ll/HK .04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun
              2021 Pada Masa Pandemi Covid-19, Senin (26/10/2020).

              Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD FSP LEM SPSI Jawa Barat, Muhamad Sidarta mengatakan,
              pihaknya telah menduga pemerintah pusat akan mengeluarkan surat edaran dan memutuskan
              bahwa  Upah  Minimun  Provinsi  (UMP)  Tahun  2021  tidak  naik,  sebab  wacana  tersebut  telah
              muncul dan terdengar sejak jauh-jauh hari oleh semua buruh di Indonesia.

              Namun ia menyayangkan di saat Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat tengah membahas
              nasib para buruh, Menaker terburu-buru mengeluarkan kebijakan tersebut, yang seolah aspirasi
              para buruh tidak diperlukan atau tidak diusah didengar lagi.

              Padahal yang diperjuangkan merupakan nasib para buruh .

              "Pemerintah sudah sejak awal menggulirkan dan menggiring opini itu supaya rakyat, khususnya
              kaum buruh memaklumi kalau upah buruh 2021 tidak naik, akan disamakan dengan upah tahun
              2020.  Artinya  apa?  Sudah  jelas,  pemerintah  tidak  prorakyat,  tidak  proburuh,"  ujarnya  saat
              ditemui Monumen Perjuangan, Selasa (27/10/2020).

              Sidarta mengatakan, keputusan Menaker terkait penetapan upah 2021, dinilai terlalu terburu-
              buru, padahal kondisi ekonomi tahun depan Indonesia belum tentu tidak membaik.
                                                          1706
   1702   1703   1704   1705   1706   1707   1708   1709   1710   1711   1712