Page 1796 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1796

UPAH MINIMUM TAHUN DEPAN TIDAK NAIK, PEMERINTAH TURUTI KEINGINAN
              PARA PENGUSAHA, INI ALASANNYA
              Upah minimum provinsi (UMP) maupun upah minimum kabupaten/kota (UMK) tidak akan naik
              tahun depan.

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, memastikan itu sesuai yang tertuang dalam
              Surat Edaran Nomor M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada
              Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

              Alasan  pemerintah  tidak  menaikkan  upah  minimum  2021  yakni  karena  kondisi  ekonomi
              Indonesia saat ini dalam masa pemulihan.

              Menurut pemerintah, kenaikan upah tahun 2021 justru akan memberatkan dunia usaha.

              "Dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan bekerja bagi pekerja/buruh serta
              menjaga kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian terhadap penetapan upah minimum
              pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19," kata Ida dalam surat edarannya
              seperti dikutip pada Selasa (27/10/2020).

              Surat edaran tersebut diteken pada 26 Oktober 2020.

              Dengan  begitu,  upah  minimum  tahun  depan  sama  dengan  tahun  ini,  atau  tidak  mengalami
              kenaikan ataupun penurunan.

              Ida meminta gubernur untuk melaksanakan penetapan upah minimum setelah tahun 2021 sesuai
              ketentuan peraturan perundang-undangan.

              Selanjutnya, upah minimum 2021 ini secara resmi akan ditetapkan dan diumumkan oleh semua
              pemerintah daerah pada akhir Oktober 2020.

              "Mempertimbangkan  kondisi  perekonomian  Indonesia  pada  masa  pandemi  Covid-19  dan
              perlunya  pemulihan  ekonomi  nasional,  diminta  kepada  Gubernur  untuk:  1.  melakukan
              penyesuaian penetapan nilai upah minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun
              2020," kata Ida.

              Sebagai informasi, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015, formula penentuan
              kenaikan upah minimum didapat dari hasil pertambahan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

              Permintaan  pengusaha  Sebelumnya,  kalangan  pengusaha  meminta  agar  pemerintah  tidak
              menaikkan upah minimum, baik kabupaten/kota (UMK) ataupun upah minimum provinsi (UMP)
              pada tahun depan.

              Alasannya, kondisi ekonomi saat ini masih sulit karena terdampak pandemi Covid-19 .

              Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia DKI Jakarta, Sarman Simanjorang,
              mengatakan jika perhitungan UMK didasarkan pada aturan yang masih berlaku yakni PP Nomor
              78 Tahun 2015, maka sebenarnya tidak ada kenaikan upah minimum di tahun 2021.

              "Kalau  menggunakan  rumusan  UMP  dan  UMK  masih  pakai  PP  Nomor  78  Tahun  2015  itu
              kelihatannya  tidak  ada  kenaikan.  Sesuai  rumusnya,  kenaikannya  nol  persen,"  kata  Sarman
              dikonfirmasi Kompas.com.

              Dijelaskan Sarman, dalam regulasi perhitungan kenaikan upah minimum tahun berikutnya yakni
              didasarkan  pada  upah  minimum  tahun  berjalan  dikalikan  dengan  inflasi  plus  pertumbuhan
              ekonomi.


                                                          1795
   1791   1792   1793   1794   1795   1796   1797   1798   1799   1800   1801