Page 3 - Desain 5 ( SENI BUDAYA)
P. 3

SENI BUDAYA KELAS XI


               K.D. 3.1 Menganalisis konsep,unsur, prinsip, bahan,dan
               teknik dalam berkarya seni rupa.


                                                    BAB 1

               BERAPRESIASI SENI RUPA, SENI MUSIK, SENI TARI

               DAN SENI TEATER


               Apresiasi seni rupa adalah aktivitas mengindra karya seni rupa, merasakan, menikmati,
               menghayati dan menghargai nilai-nilai keindahan dalam karya seni serta menghormati
               keberagaman konsep dan variasi konvensi artistik eksistensi dunia seni rupa. Secara teoretik
               menurut Brent G. Wilson dalam bukunya Evaluation of Learning in Art Education; apresiasi
               seni memiliki tiga domain, yakni: perasaan (feeling), dalam konteks ini terkait dengan
               perasaan keindahan, penilaian (valuing) terkait dengan nilai seni, dan empati (emphatizing),
               terkait dengan sikap hormat kepada dunia seni rupa, termasuk kepada profesi seniman,
               yaitu perupa (pelukis, pematung, penggrafis, pengeramik, pendesain, pengriya, dan lain-
               lain).

               A. Pengembangan Sikap Apresiatif Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari,
               Seni Teater


               Pada hakikatnya semua manusia dianugerahi oleh Tuhan apa yang disebut “sense of
               beauty”, rasa keindahan. Meskipun ukurannya tidak sama pada setiap orang, jelas
               setiap manusia sadar atau tidak menerapkan rasa keindahan ini dalam kehidupan
               sehari-hari.  Misalnya,  ketika  kita  memantas  diri  dalam  berpakaian,  memilih  dasi,
               memilih  sepatu,  dan  berdandan  (sekedar  contoh).  Senantiasa  rasa  keindahan
               berperan memandu perilaku kita untuk memilih apa yang kita anggap menampilkan
               citra harmonis yang pada umumnya kita sebut tampan, gagah, cantik, ayu, rapi. Dalam
               bahasa  sehari-hari,  yaitu  penggunaan  kata  “lain”  menyebut  fenomena  keindahan.
               Demikian  pula  dalam  melengkapi  kebutuhan  hidup,  kita  selalu  dipandu  oleh  rasa
               keindahan. Katakanlah dalam menata arsitektur rumah tinggal, memilih perabotan
               rumah tangga, televisi, kulkas, otomotif, sampai kepada pembelian piring, sendok,
               garpu,  dan  segala  macam  barang  yang  kita  gunakan  di  kota.  Demikian  pula  pada
               kehidupan di desa, hampir semua benda yang dibutuhkan memiliki kaitan dengan
               rasa keindahan dan seni, seperti kain tenun, keris, batik, ornamen, busana, keramik,
               perhiasan, alat musik, dan banyak lagi.

                Hal yang sama terdapat pula di daerah pedalaman, betapapun sederhana tingkat kehidupan
                   manusia, dalam perlengkapan dan peralatan hidupnya, seperti busana, tata rias, motif
                ornamen, tari-tarian, musik, dan banyak sekali karya-karya seni etnik yang sangat indah dan
   1   2   3   4   5   6