Page 2 - PERTEMUAN 2
P. 2
2. Tujuan
Menemukan perbedaan paham dan ciri khas dari gambaran model Gereja
Institusional Hierarkis Piramidal dengan gambaran model Gereja sebagai
persekutuan umat Allah.
Menjelaskan keanggotaan Gereja beserta peran dan fungsinya mmasing-
masing menurut ajaran Gereja (Konsili Vatikan II).
Merumuskan paham Gereja sebagai persekutuan terbuka dari Kitab Suci Kis
4:32-37 tentang “Cara Hidup Jemaat Perdana”.
Menjelaskan konsekuensi arti Gereja sebagai persekutuan yang terbuka
dengan bersikap inklusif/terbuka.
Kegiatan Pembelajaran:
3. Menggali pemahaman tentang perubahan cara pandang gereja.
Peserta didik mengamati gambar di bawah ini.
4. Menggali makna gereja sebagai persekutuan yang terbuka menurut ajaran
gereja dan kitab suci.
Menyimak, ajaran gereja tentang gereja sebagai persekutuan yang terbuka.
(peserta didik mambaca dokumen ajaran gereja di bawah ini).
“Gereja, yang diutus oleh kristus untuk memperlihatkan dan menyalurkan Cinta kasih Allah
kepada semua orang dan segala bangsa, menyadari bahwa karya misioner yang harus
dilaksanakan memang masi amat berat. Masi ada dua miliara manusia, yang jumlahnya
mankin bertambah, dan yang berdasarkan hubungan-hubungan hidup budaya yang tetap,
berdasarkan tradisi-tradisi keagamaan yang kuno, berdasarkan pelbagai ikatan kepentungan-
kepentungan sosial yang kuat, terhimpun menjadi golongan-golongan tertentu yang besar,
yang belum atau hampir tidak mendengar Warta Injil. Di kalangan mereka ada yang tidak
asing terhadap pengertian akan Allah sendiri, ada pula yang jelas-jelas mengingkari adanya
Allah, bahkan ada kalangannya menentangnya. Untuk dapat menyajikan kepada semua
orang misteri keselamatan serta kehidupan yang disediakan oleh Allah, Gereja harus
memasuki golongan-golongan itu dengan gerak yang sama seperti kristus sendiri, ketika Ia
dalam penjelmaan-Nya mengikat diri pada keadaan –keadaan sosial dan budaya tertent, pada
situasi orang-orang yang sehari-hari dijumpai-nya”.

