Page 4 - SUBSTANSI GENETIKA
P. 4
1) Sentromer (Kinetokor)
Sentromer disebut juga bagian kepala kromosom. Bagian ini berfungsi sebagai tempat
melekatnya benang-benang gelendong pembelahan pada waktu sel membelah.
2) Lengan
Kromosom dapat mempunyai satu buah lengan atau dua buah lengan,
bahkan ada yang tidak mempunyai lengan. Kromosom dengan dua
lengan dapat mempunyai lengan yang sama panjang BioInfo
atau berbeda panjangnya. Bagian lengan berisi cairan yang
dinamakan matriks. Pada matriks tersebut terdapat benang halus
atau pita berbentuk spiral yang disebut kromonema (jamak =
kromonemata). Perhatikan Gambar 3.1. Penebalan dari kromonema Telomere pada kromosom
ini disebut kromomer. Ada yang menganggap kromomer tersebut bertanggung jawab atas
sebagai nukleoprotein. Di daerah tertentu pada lengan kromosom proses penuaan, karena
terbentuk lekukan sekunder. Lekukan sekunder berfungsi pasa saat pembelahan sel
sebagaitempat terbentuknya anak inti atau nukleolus. Pada daerah kromosom dapat
ujung kromosom (ujung lengan) terdapat bagian yang disebut
telomer. Fungsi bagian ini untuk mencegah agar kromosom satu dan memendek yang dapat
yang lain tidak berlekatan. Pada beberapa kromosom terdapat menyebabkan hilangnya
bentukan bulat di bagian ujung lengannya, disebut satelit. beberapa gen sehingga
• Kromosom dapat menyembabkan
• DNA penuaan
•ble Helix
• Replikasi
• Transkripsi
iJumlah dan Tipe Kromosom
Menurut Benden dan Boveri (1887), jumlah
kromosom pada setiap jenis organisme
berbedabeda, namun bersifat tetap (konstan).
Jumlah kromosom tiap jenis organisme menunjukkan
banyaknya kromosom yang ada pada sebuah sel
organisme tersebut. Tubuh organisme bersel banyak
(multiseluler), mempunyai 2 jenis kelompok sel
yaitu sel somatis (sel tubuh) dan sel gamet (sel
kelamin). Jumlah kromosom pada sel gamet (sel
kelamin) adalah separuh dari jumlah kromosom yang
ada pada sel somatis (sel tubuh). Dengan
demikian, sel gamet bersifat haploid (n kromosom)
dan sel somatis bersifat diploid (2n kromosom).
Berdasarkan jenis selnya, kromosom dibedakan
menjadi 2 tipe, yaitu kromosom sel tubuh
(autosom) dan kromosom sel kelamin (gonosom).
Kromosom autosom pada organisme jantan dan betina
adalah sama. Kromosom autosom tidak menentukan
jenis kelamin (penentuan jenis kelamin akan
dibahas pada bab hereditas). Kromosom seks
(gonosom) pada organisme jantan berbeda dengan
kromosom organisme betina. Kromosom ini disebut
juga kromosom jenis kelamin. Organisme yang
normal memiliki kromosom seks sepasang (2 buah)
saja. Jumlah kromosom sel somatis tumbuhan,
4

