Page 300 - Microsoft Word - INDONESIA IS WE_56 GURU MOTIVATOR NASIONAL_ANTOLOGI
P. 300
seorang guru juga harus memiliki minat baca yang tinggi,
paling tidak bisa menjadi contoh buat siswa.
Pengalaman menjadi seorang guru dalam hal
mengembangkan budaya literasi tidaklah mudah penulis
rasakan. Semakin lama buku referensipun banyak yang
hilang. Siswa tidak ada minat dalam membaca, hanya
beberapa saja yang terlihat di gerobak baca. Berbagai upaya
penulis lakukan untuk meningkatkan budaya literasi di
sekolah tempat penulis melaksanakan tugas.
Penulis berpikir jika bukan dimulai dari diri sendiri,
bagaimana ingin mengubah orang lain. Mengikuti
perlombaan menulis KTI penulis lakukan, mengikuti pelatihan
Sagusabu di Medan yang diadakan oleh Media Guru, sampai
akhirnya bisa membuat sebuah buku, dan juga aktif
dikomunitas FORMALLA di daerah yang bergerak di bidang
literasi agar menambah pengetahuan penulis tentang budaya
literasi.
Pengalaman yang tak terlupakan saat menjadi seorang
narasumber Motivator Literasi di Desa Pematang Jaya,
mengajak siswa rajin membaca buku, bahkan memberi hadiah
kepada siswa yang membuat cerita pendek sebagai bentuk
apresiasi buat mereka. Mengajarkan kepada mereka dengan
rajin membaca buku, membuka jendela dunia, menulis juga
semudah senyuman, jika bukan sekarang kapan lagi.
Kadang ada rasa sedih, melihat siswa kurang minat dalam
membaca buku, lebih parahnya lagi masih ada yang belum
lancar membaca, bahkan setelah naik kelas VIII. Kebiasaan
secara bergiliran membaca materi pembelajaran, setelah
membaca teks Sumpah Pemuda, teks Proklamasi,
284 | 56 Guru Motivator Nasional

