Page 288 - 02 BUKU BAHAN MATERI FILM SEJARAH 270118
P. 288

BERITA PROKLAMASI KEMERDEKAAN DI INDONESIA






                                 kita. Jangan sok ingin jadi
                                 pahlawan, Nak. Cukup bapakmu saja
                                 yang ditembak Belanda.


                        Syahrul mengambil bungkusan radio itu.

                        ACT 19. EXT. PELANTAR KECIL DI TEPI SUNGAI
                          BARITO. MALAM


                        Syahrul  berdiri  dengan  bungkusan  radio  di
                        tangannya.  Ia  memandang  pada  siluet  perahu
                        dan  mendengarkan  suara  arus  sungai.  Sesekali
                        pandangannya  mengarah pada bungkusan radio
                        tersebut.

                        ACT 20. INT. RUMAH SYAHRUL. MALAM


                        Syahrul  membuka  pintu  dari luar, berjalan
                        masuk lalu menyerahkan sarung bungkusan radio
                        ke ibunya  yang  sedang  melipat  dan menyetrika
                        pakaian dengan setrika arang.


                        ACT 21. EXT. KANTOR BORNEO SHIMBUN. PAGI

                        Syahrul  datang  hanya  untuk menemukan  kantor
                        berantakan.  Lewat jendela  yang  terbuka  ia
                        melihat peralatan  kantor centang- perenang.
                        Gantungan koran baru kosong. Syahrul menemukan
                        sepedanya  sedikit rusak  tersandar  di  tiang
                        beranda kantor.
                        Tak ada awak redaksi  di kantor,  kecuali  dua
                        orang  anggota  tentara  Nippon  yang  tiba-tiba
                        datang dari arah ruang mesin cetak.






                                                                                       287
   283   284   285   286   287   288   289   290   291   292   293