Page 14 - BUKU SAKU TAJWID
P. 14
Apabila dalam aturannya seharusnya dibaca 6 harakat, akan tetapi
hanya dibaca dengan 2 harakat dan hal tersebut menjadikan terjadinya
perubahan atau pada kata atau kalimat tersebut, maka hukum dari bacaan
tersebut yaitu haram.
Jenis-Jenis Mad
Hukum Mad terbagai menjadi 2 cabang, yaitu :
1. Mad Thobi’i atau Mad Ashli
Mad Thobi’i yaitu merupakan satu dari bagian [cabang] dari Hukum
Mad. Secara bahasa [etimologi] Mad Thobi’i mempunyai arti alami atau biasa,
yaitu tidak lebih dan juga tidak kurang. Dibaca dengan panjang 2 harakat atau
1 alif.
Di dalam pembahasan ilmu tajwid, Mad Thobi’i ini sering disebut
dengan istilah lain sebagai Mad Ashli, ini artinya adalah asal mula [asal-
muasal] suatu kejadian, dan ini adalah merupakan kunci utama [dasar] di
dalam belajar tentang hukum-hukum dari Mad Far’i.
Hukum Mad Thobi’i ini berlaku ketika:
1 Huruf hijaiyah dengan harakat Fathah ketemu dengan huruf
hijaiyah Alif ;
2 huruf hijaiyah dengan harakat Kasrah ketemu huruf hijaiyah Ya
Sukun ;
3 dan huruf hijaiyah dengan harakat Dhammah ketemu dengan
huruf Waw sukun 香
4 maka huruf-huruf itu dibaca dengan panjang 1 alif atau 2 harakat.
Contoh bacaan :
1 Huruf Alif [ ] rΔ ᦙ 䁧
Haamiyatun
2 Huruf Waw Sukun [ 香] r 香 䁥 䁲
syakuurun
3 Huruf Ya Sukun [ ] r ᦙ 䁵
bashiirun
8