Page 27 - KULTUR JARINGAN FIX_Neat
P. 27

dengan  menggunakan  bagian  vegetatif  tanaman  menggunakan  media  buatan
                        yang dilakukan di tempat steril.
                             Kultur  jaringan  tanaman  ini  didasari  oleh  teori  totipotensi  sel  (cellular
                        totipotency) yang menyebutkan bahwa setiap sel tanaman memiliki kemampuan
                        untuk  beregenerasi  membentuk  tanaman  secara  utuh  (Dwiyani,  2015:1).
                        Tanaman baru yang diperoleh dengan cara ini bersifat identik dengan induknya,
                        dan disebut plantlet. Dasar teori kultur jaringan, yaitu :
                        1.  Sel dari suatu organisme multiseluler dimanapun letaknya, sebenarnya sama
                            dengan sel zigot karena berasal dari satu sel tersebut (setiap sel berasal dari
                            satu sel).
                        2.  Teori  totipotensi  sel  (total  genetic  potential),  artinya  setiap  sel  memiliki
                            potensi  genetik  seperti  zigot,  yaitu  mampu  memperbanyak  diri  dan
                            berdiferendiasi menjadi tanaman lengkap.
                        3.  Pada tumbuhan masih terdapat sel atau jaringan yang belum berdiferensiasi,
                            yaitu  jaringan  meristem  dan  jaringan  dasar  (parenkim)  yang  masih  aktif
                            membelah.




                           2.2 PENGERTIAN DAN MANFAAT KULTUR JARINGAN


                        Pengertian Kultur Jaringan

                             Kultur Jaringan, sering disebut juga tissue culture. Kultur adalah budidaya,
                        dan  jaringan  adalah  sekelompok  sel  yang  mempunyai  bentuk  dan  fungsi  yang
                        sama (Henuhili, 2013). Kultur Jaringan, adalah metode untuk mengisolasi bagian
                        dari  tanaman,  seperti  sel,  sekelompok  sel,  jaringan,  dan  organ,  serta

                        menumbuhkan  dalam  kondisi  aseptik,  sehingga  bagian-bagian  tersebut  dapat
                        memperbanyak  diri  dan  beregenerasi  menjadi  tanaman  yang  lengkap  (Sari,
                        2015).  Kultur  Jaringan,  membudidayakan  jaringan  tanaman  menjadi  tanaman
                        baru yang mempunyai sifat sama dengan induknya. Tanaman dapat diperbanyak
                        dengan dua cara, yaitu :

                        1.  Seksual (generatif), dengan biji
                        2.  Aseksual (vegetatif), dengan bagian dari tanaman selain biji, sering disebut

                            dengan kloning.

                             Dalam  budidaya  tanaman  secara  in-vitro,  atau  sering  disebut  juga  kultur
                        jaringan  tanaman,  kloning  tanaman  dapat  dilakukan  dengan  cara  mengisolasi
                        bagian  tanaman  seperti  protoplasma,  sel,  jaringan  atau  organ  tanaman  yang





                                                                                                     20
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32