Page 30 - KULTUR JARINGAN FIX_Neat
P. 30

tersebut.  Perbanyakan  tanaman  dengan  kultur  tunas  ini  dilakukan  untuk

                           tanaman  pisang.  Metode  ini  disebutkan  lebih  baik  dibanding  metode
                           konvensional  dalam  hal  hasil  optimal  yang  diperoleh,  keseragaman  bibit,
                           kebersihan  bibit  karena  bebas  penyakit  serta  sifat  true  to  type  yang
                           diturunkan.

                        3. Kultur Anther atau Polen (anthere/pollen culture)
                           Kutur anther adalah teknik kultur jaringan dengan menggunakan eksplan dari
                           serbuk sari atau benang sari.


                        4. Kultur Protoplas (protoplast culture)
                           Kultur protoplas adalah teknik kultur jaringan dengan menggunakan eksplan
                           dari protoplasma (sel hidup yang telah dihilangkan dinding selnya). Protoplas
                           dari sebuh sel dapat dipisahkan dari dinding selnya secara enzimatik maupun
                           secara mekanik. Protoplas yang sudah terpisah dari dinding selnya ini dapat
                           diregenarasikan menjadi tanaman secara utuh.

                        5. Kultur Embrio (embrio culture)
                           Kultur  embrio  adalah  teknik  kultur  jaringan  dengan  menggunakan  embrio
                           zigotik  secara  in  vitro.  Embrio  zigotik  adalah  hasil  fetilisasi  antara  sel  telur

                           dengan  inti  sel  sperma  yang  terjadi  pada  proses  fertilisasi  ganda  tanaman
                           angiospermae. Embrio zigotik dapat digunakan sebagai bahan eksplan namun
                           untuk kondisi tertentu atau alasan tertentu sebagai berikut :
                           a.  Embrio  tidak  bisa  ditumbuhkan  dalam  kondisi  biasa  secara  eks  vitro
                               karena tidak memiliki cadangan makanan.
                           b.  Embrio hasil fertilisasi tidak berkembang dan mati.

                        6. Kultur Kalus (callus culture)

















                                                Gambar 2.3. Kultur Kalus (Callus Culture)



                     23                                                                              23
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35