Page 27 - Badan POM Terbitkan PPUK Vaksin COVID-19 GX-19N
P. 27
Judul : Vaksin GX-19 N Bakal Diuji di RI, Ini Hasil Uji Klinis Fase 1 di Korsel
Nama Media : Detik.com
Tanggal : 9 Juli 2021
Halaman/URL:https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5637606/vaksin-gx-19-n-
bakal-diuji-di-ri-ini-hasil-uji-klinis-fase-1-di-korsel
Tipe Media : Online
Jakarta - Usai mengantongi izin komite etik
dari Badan Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM), uji klinis vaksin COVID-19 GX-19 N
fase II yang merupakan hasil kerja sama PT
Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan
perusahaan asal Korea Selatan Genexine
akan segera dilakukan di Indonesia.
Sebelumnya, vaksin GX-19 N sudah
melakukan uji preklinik dan uji klinik fase I di
Korea Selatan. Pada uji preklikik pada hewan mencit dan monyet, vaksin ini berhasil
meningkatkan antibodi netralisasi dan tidak menunjukkan adanya toksisitas.
"Tidak ditemukan adanya toksisitas pada uji preklinik pada hewan (mencit dan monyet). Hasil
uji imunogenisitas pada hewan coba menunjukkan peningkatan respons neutralizing antibody
dan sel T," jelas Ketua Tim Peneliti Uji Klinik Vaksin GX-19 N Prof Dr Iris Rengganis dalam
konferensi pers virtual, Jumat (9/7/2021).
"Di setiap vaksin yang dinilai adalah neutralizing antibody atau antibodi netralisasi, bagaimana
dia menetralisasi si virus tersebut. Dan sel T, ini kelebihan dari vaksin GX-19 N. Dia bisa
merangsang sel T, sehingga ada kekebalan seluler," lanjutnya.
Dengan hasil tersebut, Prof Iris berharap vaksin GX-19 N ini bisa menghasilkan antibodi yang
bertahan lebih lama di dalam tubuh.
Sementara pada uji klinis tahap I yang melibatkan relawan berusia 19-54 tahun, vaksin
tersebut menunjukkan hasil yang baik. Efek samping yang muncul bersifat ringan seperti
vaksin lainnya.
Berikut hasil dari uji klinik fase I vaksin GX-19 N:
Menunjukkan data keamanan yang baik, KIPI lokal dan sistemik yang bersifat ringan (hilang
dalam 3 hari) yang serupa dengan laporan KIPI dari vaksin lain.
Imunogenisitas menunjukkan imunitas seluler (sel T) yang tinggi, yang serupa dengan
respons sel T yang diamati setelah infeksi COVID-19 alami.
GX-19 N tidak hanya menginduksi respons sel T spesifik S, tetapi menginduksi respons sel T
spesifik NP, yang terkonservasi (lebih sedikit mutasi dari waktu ke waktu).
"Harapannya memang respons imunologi terhadap sel T yang selulernya tinggi dan
diharapkan dapat memberikan proteksi jangka lama," jelas Prof Iris
"Jadi kalau kita liat fase 1, aman ya, KIPI lokal dan sistemik dan sifatnya ringan," pungkasnya.

