Page 65 - 04 Panggung Seumur Jagung
P. 65

Seperti halnya media propaganda lainnya,     Perserikatan Oesaha Sandiwara Djawa
               Jepang sangat ketat memperhatikan            (POSD) yang berdiri pada tahun 1942
               mutu di samping sisi hiburannya.             di bawah pimpinan Eitaro Hinatsu alias
                                                            Dr.Huyung. POSD merupakan organisasi di
               Mengingat keberadaan seni sandiwara          bawah (Sendenbu) yang juga merupakan
               di Indonesia masih belum berkembang,         organ utama pemerintah militer Jepang.
               Jepang mulai mengubah gambaran
               mengenai konsep “sandiwara”.                 Dengan adanya Keimin Bunka Shidosho,
                                                            seluruh jenis kesenian panggung berada
               Mulanya, seni sandiwara kurang               di bawah pengawasan Seksi Seni
               mendapat perhatian di kalangan               Panggung. Seksi Seni Panggung saat
               terpelajar Indonesia. Kesenian ini           itu dikepalai oleh seorang Indonesia
               dianggap sebagai seni massa yang             bernama Winarno.
               kurang bernilai bila dibandingkan dengan
               karya sastra berupa novel dan puisi.

               Berdasarkan hal tersebut, Jepang
               melalui Sendenbu membentuk sekolah
         54
               drama (Sekolah Tonil) di Jakarta. Melalui
           Literasi Nasional  meningkatkan pandangan seni sandiwara.
               lembaga sekolah Jepang berusaha
               Melalui lembaga sekolah itu, Jepang
               mendidik para penulis naskah profesional,
               aktor, dan lain-lain.

               Melalui cara itu Sendenbu mendorong          Lambang Perserikatan Oesaha Sandiwara
               pembentukan kelompok teater baru.            Djawa.
               Kelompok teater tersebut menjadi             Sumber: Pandji Poestaka
               pelopor pementasan drama baru versi
               pemerintah.                                  Seksi kesenian bekerja sebagai markas
                                                            besar perumusan kebijakan yang
               Kelompok sandiwara yang paling terkenal      memanfaatkan drama atau seni sandiwara
               adalah Bintang Soerabaja. Kelompok           sebagai media propaganda.
               ini mendapat sponsor dari seorang Cina
               bernama Fred Young di Jawa Timur.            Seksi kesenian itu juga bertanggung
               Kelompok lainnya, yaitu Dewi Mada,           jawab atas pendorongan, pelatihan,
               Tjahaja Timoer, Wanasari, dan Miss Tjitjih.   tuntunan, dan pengawasan segala jenis
                                                            kegiatan seni sandiwara teater.
               Selain kelompok nasional itu, terdapat
               kelompok kecil yang sifatnya lokal.          Keimin Bunka Shidosho berwenang
               Kelompok-kelompok kecil ini kemudian         menentukan tema dan jenis cerita yang
               membentuk Jawa Engkei Kyokai atau            akan dipertunjukkan.
   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70