Page 262 - Menabung_Ebook
P. 262

(PDB) per kapita masih sangat rendah, yaitu 20 persen. Kepemilikan rekening
                           masih sebatas 19 persen dari total penduduk Indonesia yang berusia 15 tahun
                           atau lebih. Sementara itu, menurut catatan pemerintah, Indonesia memiliki
                           sumber  daya manusia  yang bisa  menjadi target  potensial penghimpunan
                           dana. Dari kelompok pelajar saja potensinya 44 juta siswa, sedangkan dari
                           kelompok pemuda dan mahasiswa sekitar 55 juta orang.

                              Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan berpendapat bahwa di Indonesia
                           masih banyak masyarakat yang belum terakses lembaga keuangan formal.
                           Pada 2014, berdasarkan data Bank Dunia, masyarakat yang terakses lembaga
                           keuangan formal 36,1 persen. Selain itu, rasio tabungan nasional ini tidak
                           cukup  untuk membiayai  kebutuhan  pembangunan,  terutama menutup
                           kesenjangan  antara  tabungan  dan  berinvestasi.  Akibatnya,  kebutuhan
                           pembiayaan ini harus dipenuhi dari luar negeri berupa utang dan sumber
                           lain.

                              Sampai  dengan akhir tahun 2017,  Otoritas Jasa Keuangan mencatat
                           terdapat 279 bank yang menjadi peserta program Simpel. Jumlah rekening
                           tabungan khusus siswa sekolah ini mencapai 8.045.226 dengan nilai Rp1,63
                           triliun. Adapun Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sudah terjalin antara pihak
                           perbankan dan sekolah sebanyak 199.819 PKS. Melalui program tabungan
       Masa Depan Budaya Menabung  pada masa mendatang akan lahir generasi yang lebih sadar keuangan dan
                           Simpel ini, diharapkan anak-anak Indonesia, mulai dari pelajar PAUD hingga
                           SMU/sederajat dapat merencanakan keuangan sejak dini. Dengan demikian,


                           pada  akhirnya angka inklusi keuangan nasional,  dapat meningkat. Hal ini
                           dapat dilihat dengan semakin banyaknya jumlah masyarakat mendapatkan
                           layanan dan informasi keuangan resmi dengan mudah.













       252
   257   258   259   260   261   262   263   264   265   266   267