Page 264 - Menabung_Ebook
P. 264

system, kedua menyederhanakan  izin.  Jika dua  hal  tersebut  bisa  dilakukan, niscaya
                           akan mempercepat inklusi  keuangan yang diharapkan oleh  pemerintah.  Presiden  juga
                           mengatakan perluasan inklusi keuangan sangat diperlukan untuk memudahkan seluruh
                           rakyat Indonesia  mengakses perbankan  dan  menggunakan  jasa  keuangan.  Pemerintah
                           ingin semua orang bisa mengakses ke perbankan dan akses ke sektor keuangan yang ada
                           secara sederhana dan cepat.

                              Untuk mewujudkan keuangan inklusif, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan
                           (OJK) telah menyelenggarakan dua program inklusi keuangan secara terpisah, yaitu Layanan
                           Keuangan Digital (LKD) yang diselenggarakan BI sejak Juli 2014 dan Layanan Keuangan
                           Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang diselenggarakan OJK
                           sejak Maret 2015.

                              LKD diselenggarakan oleh BI untuk memudahkan dan memastikan layanan keuangan di
                           seluruh wilayah Indonesia. Melalui LKD, BI mengajak masyarakat yang belum bersentuhan
                           dengan bank agar bisa terlibat dalam sistem transaksi keuangan. LKD sebenarnya adalah
                           kelanjutan dari dari uji coba branchless banking yang sebelumnya dilakukan oleh BI pada
                           Mei 2013. Uji coba branchless banking dilakukan dengan memanfaatkan animo masyarakat
                           yang  tinggi  terhadap  penggunaan  telepon  genggam.  Perusahaan  telekomunikasi  pun
                           dipilih  sebagai  rekan  kerja  sama.  LKD  merupakan  aktivitas  pelayanan  berbentuk  jasa
                           pembayaran dan keuangan yang dilakukan melalui kantor nonfisk non-fisik. Dengan kata
       Masa Depan Budaya Menabung  Target utama program layanan ini adalah masyarakat yang belum mengetahui atau belum
                           lain layanan ini bertumpu pada teknologi seperti telepon seluler, website dan jasa pihak
                           ketiga (agen). LKD dapat juga diartikan sebagai transaksi tanpa uang kertas atau koin.


                           memiliki akses perbankan (unbankable).

                              Dengan berjalannya dua program inklusi keuangan tersebut, masyarakat terkadang
                           mempertanyakan perbedaan antara program  LKD dari BI  dan Laku Pandai  dari OJK.
                           Pasalnya,  keduanya sama-sama bertujuan  menyentuh  penduduk  di  wilayah terpencil.
                           Selain  itu, keduanya juga menggunakan agen sebagai perantara. Bank Indonesia
                           menjelaskan bahwa LKD fokus untuk masyarakat kelas bawah untuk menerima bantuan
                           sosial dan menyediakan fasilitas transaksi pembayaran. Semenatara itu, Laku Pandai fokus
                           pada akses masyarakat untuk membuka tabungan di bank. Kendati keduanya memiliki
                           perbedaan dalam menyasar penduduk di wilayah terpencil, pada akhirnya kedua program
                           ini memiliki tujuan akhir yang sama, yaitu memberi kesempatan masyarakat membuka
       254                 tabungan di bank.


                              Dualisme  sistem  pelayanan  LKD dan  Laku Pandai,  pada akhirnya harus segera
                           diharmonisasi agar dapat bersinergi satu sama lain. Selain itu, Presiden Joko Widodo telah
                           memasang target inklusi keuangan sebesar 75 persen pada 2019 yang harus diwujudkan
                           secara bersama oleh  pemerintah, khususnya OJK  dan  BI. Kedua otoritas moneter  dan
                           keuangan  negara tersebut, pada  saat ini  tengah  menyiapkan  terobosan  baru, yaitu
                           mengintegrasikan LKD dan Laku Pandai, terutama pada tingkatan keagenan dan produk
                           sehingga mempercepat inklusi keuangan nasional.
   259   260   261   262   263   264   265   266   267   268   269