Page 47 - 03 Nasionalis Pemuda Ulama
P. 47
Untuk melatih para kader pemimpin Seinendan, Jepang
membentuk sebuah Seinen Kunresho (Pusat Pelatihan
Korps Pemuda Pusat) di Jakarta. Lembaga pusat ini
diawasi langusng oleh Gunseikanbu.
Seinendan memiliki cabang di setiap wilayah tingkat
administratif, yaitu Si dan Shu.
Adapun fungsi utama dibentuknya Seinendan ialah
melatih dan memobilisasi anggotanya dalam berbagai
kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain:
a Latihan bahasa Jepang dan bahasa Indonesia,
olahraga, dan sebagainya.
b Kegiatan-kegiatan sukarela untuk
kepentingan umum, seperti membersihkan
jalan, membangun irigasi, infrastruktur,
serta sarana transportasi.
36 Peningkatan kesempatan kerja.
Literasi Nasional c Latihan bidang keahlian atau kejuruan.
d
E Meningkatkan berbagai industri dan produksi.
F Pencegahan serangan udara dan kebakaran.
G Latihan memobilisasi manusia dalam keadaan
darurat.
Apabila dilihat dari kegiatan yang dilakukan,
Sinendan jauh dari konsep gerakan militer. Tidak
ada pelatihan militer dalam kegiatannya. Namun,
pada 1943 latihan dasar-dasar militer dimasukkan
dalan kegiatan seinendan. Hal itu karena terjadi
perubahan situasi perang yang semakin mendesak
posisi Jepang.

