Page 52 - 03 Nasionalis Pemuda Ulama
P. 52

Jepang berharap Barisan Pelopor mampu
            meningkatkan kesadaran masyarakat
            untuk membantu Jepang dalam
            mempertahankan Indonesia.

            Barisan itu juga tidak menyandang
            senjata. Pelatihan militer menggunakan
            peralatan sederhana (seperti bambu
            runcing dan senapan kayu).







                                                            Utamanya, Barisan Pelopor dilatih
                                                            untuk menggerakkan masa, membuat
                                                            pertaAstin lokal dan kesejahteraan
                                                            rakyat. Meskipun demikian organisasi   41
                                                            ini memiliki anggota hingga mencapai
                                                            60.000 orang.

                                                            Dalam Barisan Pelopor terdapat
                                                            kelompok elite yang disebut Barisan
                                                            Pelopor Istimewa, beranggotakan         BUKU 3  |  Nasionalis, Pemuda, Ulama
                                                            sekitar 100 orang. Anggota Barisan
                                                            Pelopor Istimewa antara lain Supeno,
                                                            D.N. Aidit, Johar Nur, Asmara Hadi dan
                                                            Sudiro sebagai ketua.


                                                            Di bawah kepemimpinan para nasionalis
                                                            organisasi ini berkembang pesat dan
                                                            mengobarkan semangat nasionalisme
                                                            dan rasa persaudaraan di Indonesia.
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57