Page 53 - 03 Nasionalis Pemuda Ulama
P. 53

HIZBULLAH





             Untuk memenangkan perang
             Asia Timur Raya, Jepang
             menambah kekuatan dengan
             merencanakan pembentukan
             pasukan cadangan sebanyak
             40.000 orang yang terdiri
             dari para pemuda Islam.


             Rencana Jepang disambut
             positif oleh Masyumi, pemuda
             Islam Indonesia dan pihak
             lainnya, karena dapat digunakan
             untuk persiapan menuju cita-
             cita kemerdekaan Indonesia.

             Masyumi mengusulkan kepada
             Jepang untuk membentuk
             pasukan sukarelawan yang
         42  khusus terdiri dari pemuda Islam.
           Literasi Nasional  Kemudian pada 15 Desember

             1944 dibentuk organisasi
             semimiliter yang terdiri
             dari pasukan sukarelawan
             pemuda Islam yang disebut
             Hizbullah (Tentara Allah)
             atau Kaikyo Seinen Teishinti
             dalam bahasa Jepang.


             Ketua pengurus pusat
             Hizbullah adalah K.H. Zainul Arifin dengan
             wakilnya Moh. Roem. Anggota pengurus           Hizbullah.
             lainnya ialah, Kyai Zarkasi, Prawoto           Ilustrasi berdasrkan sumber: Djawa Baroe.
             Mangunsasmito, dan Anwar Tjokroaminoto.


             Jika barisan pelopor disebut sebagai
             organisasi semimiliter di bawah naun-
             gan Jawa Hokokai, Hizbullah merupakan
             organisasi semimiliter di bawah naungan
             Masyumi.
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58