Page 3 - OBAT ANTIHIPERTENSI
P. 3
a. menurunkan TD serendah mungkin yang tidak mengganggu fungsi ginjal, otak, jantung
dan kualitas hidup.
b. Modifikasi pola hidup dengan Menurunkan TD pada penderita H, meningkatkan efek
AH , Mencegah peningkatan TD pada yang normal tinggi, Mengurangi risiko
kardiovaskular secara keseluruhan
Cara : Turunkan BB, Kurangi garam , Diet kolesterol : mengurangi resiko
aterosklerosis, perbanyak serat nabati , Berhenti merokok, minum kopi dan, alcohol,
Cukup istirahat, tidur, latihan relaksasi mental dan mengurangi stress, Gerak badan
(meningkatkan aktifitas parasimpatis /vasodilatasi dibanding system simpatis) : 3
x/minggu jalan (agak) cepat.
VI. TAHAPAN TERAPI HIPERTENSI
Obat antihhipertensi lini 1:
a. Diuretik : Golongan Thiazid (HCT), Diuretik Kuat (Furomid, torasemid, bumetanid dan
asam etakrinat),
b. β bloker : atenolol, metoprolol, propranolol
c. ACE inhibitor : Captopril, inilapril, lisinopril
d. Penghambat reseptor angiotensin : losartan, valasartan,
e. Antagonis kalsium : nivedipin, diltiazem, amlodipine
OBAT ANTI HIPERTENSI LINI KEDUA
a. Penghambat saraf adrenergik : reserpin, guanetidin, guanadrel.
b. Agonis α-2 sentral : klonidin, metildopa, guanefisin, reserpin
c. Vasodilator : hidralazin, minoksidil, dan diazoksid
VII. PILIHAN OBAT
a. Anti-hipertensi tunggal : diuretic atau -blockers, ACE inhibitors
b. Hipertensi dengan diabetes : penghambat ACE, bila KI : baru pakai -blockers &
antagonis Ca
c. Krisis hipertensi : kenaikan mendadak tensi dengan gejala ensefalopati akut : injeksi i.v.
nifedipin, enalapril, labetalol, fentolamin.
Mekanisme kerja obat antihipertensi
1. Meningkatkan pengeluaran air dari tubuh : diuretika

