Page 6 - OBAT ANTIHIPERTENSI
P. 6
1. Serangan asma akut 1.
Spasmolitik inhalasi : salbutamol, terbutalin, Suppos aminofilin, Efedrin & isoprenalin
tablet, Injeksi iv : aminofilin &/ salbutamol, kp + hidrokortison/prednison iv, Injeksi
adrenalin
Terapi pemeliharaan
a. Asma ringan (serangan < 1x/bulan) : salbutamol, terbutalin 1-2 inhalsi/minggu
b. Asma sedang (serangan < 1-4x/bulan) : inh kortikosteroid & nedokromil, anak-
anak : oral ketotifen, oksatomida
c. Asma agak serius (serangan > 1-2x/minggu): kortikosteroida dosis > + 2
adrenergik, antikolinergik
d. Asma serius (serangan > 3x/minggu) kortikosteroida dosis>> + malam long
acting 2 adrenergik kp + teofilin slow release.
c. Obat Asma
1. OBAT ASMA (1)
Anti alergika : menstabilkan mast-cells → pencegahan serangan Contoh obat :
Kromoglikat, nedokromil, ketotifen, oksatomida, 2 adrenergik
Bronkhodilator : 2 adrenergika : stabilisasi membran & bronkhodilatasi
2. OBAT ASMA (2)
Derivat xantin: hambat fosfodiesterase, blokade reseptor adenosin & cegah
meningkatnya HRB → profilaktif Teofilin, aminofilin, kolinteofilinat
Murah, mudah, dapat per-oral, serbuk microfine
Perbaikan fungsi paru pada konsentrasi plasma10-15 mcg/mL
Efek toksik 20mcg/ml : anoreksia, mual, muntah, sakit kepala, kecemasan,
Konsentrasi > 40 mg/L : kejang atau aritmia,Metabolisme : hati , Dosis : 3-4 dd
125-250 mg
3. OBAT ASMA (3)
Kortikosteroida : blok fosfolipase-A2, meningkatkan kepekaan reseptor 2
antiradang Hidrokortison, prednison, deksametason, inh : beklometason,
flutikason, budesonida
Mukolitik (kurangi kekentalan) & ekspektoransia (pengeluaran dahak)

