Page 5 - Diktat IPA kelas 9
P. 5
SPERMATOGENESIS
Spermatogenesis merupakan suatu proses yang terjadi di dalam tubuh pria dalam proses
pembentukan sperma yang mana melalui pembelahan secara mitosis dan juga meiosis.Proses
pembentukan dan pemasakan sperma disebut spermatogenesis. Pada pembahasan sebelumnya
dikatakan bahwa sperma dihasilkan oleh testis. Spermatogenesis terjadi di tubulus seminiferus
testis. Dalam tubulus tersebut terdapat sel sperma, yang disebut spermatogonium. Spermatogonium
kemudian membelah secara mitosis menghasilkan spermatogonium yang haploid.
Tahapan Spermatogenesis
a. Spermatogonium, merupakan tahap yang paling pertama dari proses spermatogenesis yang
mana terdiri atas 46 kromosom dengan sifat diploid atau 2n.
b. Spermatosit primer, merupakan hasil pembelahan mitosis pada proses spermatogonium,
dalam tahap ini terjadi pendewasaan serta tidak terjadi pembelahan.
c. Spermatosit sekunder, merupakan hasil pembelahan pada tahap spermatosit primer secara
meiosis 1 yang mana terdapat 23 kromosom dengan sifat haploid.
d. Spermatid, merupakan hasil pembelahan secara meiosis II pada tahap spermatosit sekunder
yang terdiri atas 23 kromosom haploid.
e. Spermatozoa atau sperma, merupakan suatu perubahan bentuk dari spermatid, yang mana
memiliki beberapa bagian seperti ekor, leher, serta kepala.
Hormon yang Berperan dalam Spermatogenesis
Proses pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon yang
dihasilkan kelenjar hipofisis, yaitu LH, FSH, dan hormon testoteron.
1. LH (Luteinizing Hormone)
LH (Luteinizing Hormone) adalah hormon yang merangsang sel Leydig untuk menghasilkan
hormon testosteron. Pada masa pubertas, maka testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin
sekunder.
2. FSH (Folicle Stimulating Hormone)
FSH (Folicle Stimulating Hormone) merupakan hormon merangsang sel Sertoli untuk
menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang akan memacu spermatogonium untuk
memulai proses spermatogenesis.Proses pemasakan spermatosit menjadi spermatozoa disebut
spermiogenesis. Proses ini terjadi di dalam epididimis dan membutuhkan waktu kurang lebih
dua hari.
3. Hormon Testosteron
Hormon testosteron adalah hormon yang dihasilkan oleh testis. Hormon ini berfungsi
merangsang perkembangan organ seks primer pada saat embrio dan mendorong
spermatogenesis.Hormon testosteron juga mempengaruhi perkembangan alat reproduksi dan
ciri kelamin sekunder pada laki-laki dewasa.
OOGENESIS
Oogenesis merupakan proses pembentukan sel kelamin perempuan yaitu sel telur atau ovum dan
terjadi di dalam organ yang disebut ovarium.Berbeda dengan spermatogenesis yang dimulai ketika
anak laki-laki mulai puber, oogenesis di mulai sebelum anak perempuan lahir.Pada saat baru lahir,
anak perempuan sudah memiliki bakal sel ovum (sel primordial) sebanyak 200.000 hingga
2.000.000.Akan tetapi hanya sekitar 40.000 yang tersisa saat anak perempuan puber dan hanya 400
yang akan matang atau berkembang sempurna.Sel telur yang matang diovulasikan (dikeluarkan dari
ovarium) selama siklus reproduksi perempuan.
Tahapan oogenesis
a. Oogonium, merupakan tahap awal dari proses oogenesis, terdiri atas 46 kromosom dengan
sifat diploid.
SMPN 2 MAYANG/IPA KELAS 9 Page 5

