Page 131 - 129 cover
P. 131
Biologi untuk SMA/MA kelas XII Program IPA
Masih ingatkah kamu, apa yang dimaksud dengan evolusi?
Di alam terjadi dua macam evolusi, yaitu mikro evolusi dan
makro evolusi. Mikro evolusi adalah evolusi secara bertahap yang
terjadi pada frekuensi gen yang menimbulkan perubahan
fenotip organisme. Sedangkan, makro evolusi adalah evolusi
yang meliputi asal-usul organisme baru, jenis-jenis organisme
yang menempati suatu habitat, arah evolusi, dan terjadinya
kepunahan makhluk hidup.
Berdasarkan data atau petunjuk yang ada, makhluk hidup
(hewan dan tumbuhan) telah menghuni bumi jutaan tahun yang
lampau. Jenis-jenis yang hidup pada masa lampau tersebut
berbeda dengan jenis yang hidup pada masa sekarang ini.
Bahkan, beberapa jenis hewan dan tumbuhan purba saat ini
telah punah, tinggal fosilnya saja, contohnya Dinosaurus.
Diperkirakan, hewan dan tumbuhan pertama kali hidup
di laut. Melalui proses yang amat lama, tumbuhan dan hewan
tersebut menyebar ke darat. Perubahan lingkungan ini otomatis
berpengaruh kepada cara hidupnya. Berarti, dalam jangka
waktu yang lama dan perlahan-lahan makhluk tersebut
mengalami perubahan atau evolusi. setelah mempelajari bab
ini, kamu akan mengetahui tentang evolusi biologi dan
kecenderungan baru tentang teori evolusi, mari ikuti uraiannya.
A Evolusi adalah suatu perubahan pada makhluk hidup yang
Pengertian terjadi secara berangsur-angsur dalam jangka waktu yang lama
Evolusi sehingga terbentuk spesies baru. Sedangkan, berdasarkan ilmu
biologi, evolusi merupakan cabang biologi yang mempelajari
sejarah asal-usul makhluk hidup dan keterkaitan genetik antara
makhluk hidup satu dengan yang lain. Evolusi biologi mencakup
dua peristiwa, yaitu:
1) evolusi anorganik merupakan evolusi mengenai asal-usul
makhluk hidup yang ada di muka bumi, berdasarkan fakta
dan penalaran teoritis;
2) evolusi organik (evolusi biologis) merupakan evolusi
filogenetis, yaitu mengenai asal-usul spesies dan hubungan
kekerabatannya.
1. Hubungan Berbagai Ilmu dengan Evolusi
Pemahaman evolusi didukung oleh cabang-cabang ilmu
lain, di antaranya: Paleontologi (ilmu yang mempelajari fosil),
geologi, morfologi, anatomi, embriologi, biokimia, dan genetika.
Misalnya, geologi, ilmu yang mempelajari susunan dan struktur
batu-batuan dapat menjelaskan umur suatu fosil yang
ditemukan pada struktur batuan tertentu.
120

