Page 75 - 129 cover
P. 75
Biologi untuk SMA/MA kelas XII Program IPA
e. Sitokinesis
Setelah terbentuk dua inti sel, kemudian akan terjadi
perpisahan sitoplasma dengan pembentukan dinding (sekat
pemisah) yang terbentuk dimulai dari pinggir sel menuju ke
tengah memisahkan kedua inti menjadi 2 sel baru.
3. Pembelahan Meiosis
Pembelahan meiosis berlangsung pada saat pembentukan
sel gamet pada organisme diploid atau pada saat pembentukan
spora nonseksual pada jamur. Meiosis berlangsung di jaringan
organ reproduksi seksual atau pada jaringan nutfah. Pada
pembelahan meiosis, setiap sel anak akan menerima separuh
dari jumlah kromosom yang terdapat pada sel induk. Misalnya,
manusia memiliki 46 kromosom dalam sel tubuhnya. Setelah
terjadi pembelahan meiosis pada organ reproduksinya, seperti
testis atau ovarium, akan terbentuk gamet yang mengandung
hanya 23 kromosom.
Meiosis dapat dibagi menjadi dua periode pembelahan,
yaitu Meiosis I dan Meiosis II. Masing-masing periode terdiri
atas tahap-tahap profase, metafase, anafase, dan telofase. Hasil
akhir pembelahan meiosis adalah 4 sel anak yang haploid.
a. Meiosis I
1) Profase I
a) Leptoten : merupakan tahap pertama profase, kromatin
membentuk benang halus leptonema
(kromosom) sehingga kromosom tampak seperti
massa yang tidak teratur.
b) Zigoten : Proses penebalan berjalan terus dan kromosom
mulai berpasangan dengan homolognya.
c) Pakiten : Kromosom yang homolog terdiri atas 4 kromatid
yang disebut tetrad. Pasangan 2 kromosom
homolog disebut bivalen. Pasangan 3 atau 4
kromosom homolog disebut trivalen atau
tetravalen.
d) Diploten : Kromatid pada kromosom homolog dapat
saling melilit dan bertukar ruas satu dengan
yang lain, disebut pindah silang. Dua kromatid
yang disatukan oleh satu sentromer disebut
kromatid bersaudara. Kontak antar kromatid
bersaudara disebut kiasma.
Apa perbedaan antara e) Diakinesis : Tahap akhir profase I, membran inti melarut.
meiosis I dan meiosis II?
Diskusikan dengan teman
sebangkumu.
64

