Page 81 - 129 cover
P. 81

Biologi untuk SMA/MA kelas XII Program IPA


                                       menghasilkan 2 badan kutub sekunder. Jadi, oosit primer
                                       mengalami pembelahan meiosis dan menghasilkan 1 ootid (sel
                                       telur) dan 3 badan kutub.
                                            Dalam pembelahan meiosis I (oosit primer menjadi oosit
                        oogonia
                                       sekunder) pembagian sitoplasma tidak sama sehingga
                                       menghasilkan satu sel besar yang disebut oosit sekunder dan satu
                                       sel kecil yang disebut badan kutub primer. Begitu pula pada saat
                                       meiosis II (oosit sekunder menjadi ootid). Oosit sekunder yang
            oosit primer
                                       mengandung hampir semua sitoplasma dan kuning telur
                                       membelah secara tidak sama membentuk sebuah ootid besar
                                       dan sebuah badan kutub sekunder yang berukuran kecil. Pada
                                       saat bersamaan, badan kutub primer membelah menjadi
             oosit sekunder            2 badan kutub sekunder. Selanjutnya, ootid akan mengalami
                                 badan  pertumbuhan dan perkembangan menjadi sel telur yang masak,
             Sumber: Image.google.co.id  badan  persediaan makanan, ribosom, RNA, dan komponen sitoplasma
                                 kutub
                                       sedangkan 3 badan kutub sekunder akan hancur. Telur
                                 primer
                                       merupakan sel paling besar karena telur merupakan sumber
                                       lainnya untuk membantu perkembangan embrio.
                                kutub
                                sekunder



              Gambar 4.9      oosit
              Oogenesis



                         E
                                               Mikrosporogenesis
                      Proses              1. Mikrosporogenesis adalah pembentukan gamet di dalam

                  Pembentukan          organ jantan bunga yang menghasilkan serbuk sari. Dalam
                   Gamet pada          kepala sari (anther) terdapat empat mikrosporangium. Setiap
                                       mikrosporangium mengandung mikrosporosit (diploid).
               Tumbuhan Tingkat Mikrosporosit ini mengalami pembelahan meiosis I dan meiosis II.
                       Tinggi          Pembelahan meiosis ini menghasilkan empat mikrospora
                                       haploid dan berkelompok menjadi satu yang disebut tetrad. Inti
                                       sel setiap mikrospora mengalami pembelahan inti (kariokinesis)
                                       sehingga menghasilkan 2 nukleus haploid, yaitu nukleus saluran
                                       serbuk sari dan nukleus generatif. Setelah serbuk sari terbentuk,
                                       nukleus generatif mengalami pembelahan mitosis menghasilkan
                                       dua nukleus sperma, tetapi tidak diikuti sitokinesis. Jadi, satu
                                       serbuk sari yang masak mempunyai tiga nukleus haploid, yaitu
                                       satu nukleus vegetatif (saluran serbuk sari) dan dua nukleus
                                       generatif (sperma).










               70
   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86