Page 82 - 129 cover
P. 82

Bab 4 Reproduksi Sel




                                                   mikrosprosit
                                                                                   Sumber: Image.google.co.id

                                                 meiosis I





                                                 meiosis II


                                                       mikrospora



                                                                  kariokinesis


                                                                           nukleus generatif
                                                                           nukleus saluran
                                                                           serbuk sari
                                                                           nukleus sperma

                                                                           nukleus   Gambar 4.10
                                                                           saluran
                                                                           serbuk sari  Mikrosporogenesis

                      2.   Megasporogenesis

                        Megasporogenesis adalah pembentukan gamet betina di
                   dalam bakal buah atau ovarium. Di dalam satu ovari (bakal
                   buah) terdapat sel induk megaspora (megasporosit). Sel induk
                   megaspora yang bersifat diploid akan bermeiosis menghasilkan
                   empat sel haploid (tetrad). Dari keempat sel tersebut hanya satu
                   yang hidup menjadi sel megaspora.
                        Sel megaspora ini, kemudian mengalami serangkaian
                   mitosis menghasilkan delapan inti haploid. Delapan inti ini
                   berada di dalam satu sel besar bernama kantung embrio
                   (kandung lembaga muda) yang dilingkupi oleh kulit dan bagian
                   ujungnya terdapat sebuah lubang kecil yang disebut mikrofil.
                   Mikrofil berfungsi sebagai jalan masuk saluran serbuk sari ke
                   dalam kandung lembaga. Tiga nukleus terletak di dekat mikrofil
                   dan dua di antaranya sinergid (mati). Nukleus yang mengalami
                   pertumbuhan dan perkembangan menjadi ovum (sel telur). Tiga
                   nukleus yang lain terletak di seberang mikrofil yang disebut
                   antipoda, selanjutnya akan mati pula karena degenerasi. Dua
                   nukleus yang terletak di tengah akan bersatu di tengah
                   kandung lembaga menjadi satu nukleus diploid (2n) atau inti
                   kandung lembaga sekunder.








                                                                                                       71
   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87