Page 7 - FISDA BAB 10
P. 7
Grafik di atas menunjukkan proses perubahan suhu dan perubahan
wujud air selama air menyerap kalor (pada tekanan udara 1 atmosfer). Jika air
melepaskan kalormaka proses yang terjadi adalah kebalikan dari proses di atas
(tandah panah di balik). Penambahan kalor dari B – C tidak menyebabkan
perubahan suhu air tetapi hanya meleburkan es menjadi air. Demikian juga
penambahan kalor dari D – E tidak menyebabkan perubahan suhu air tetapi
hanya mengubah air menjadi uap. Air hanya salah satu contoh saja. Pada
dasarnya semua benda akan mengalami proses perubahan wujud dan
perubuhan suhu seperti yang dialami oleh air, jika benda tersebut menyerap
kalor. Perbedaannya terletak pada titik beku dan titik didih. Setiap benda
mempunyai titik beku dan titik didih yang berbeda. Jika benda melepaskan
kalor maka proses yang terjadi adalah kebalikan dari proses di atas.
Contoh Soal
Berapa banyak energi yang harus dikeluarkan lemari es dari 1,5 kg air
0
0
pada suhu 20 C untuk membuat es pada -12 C?
Penyelesaian.
0
Diketahui. Kalor harus keluar untuk memperkecil air dari 20 C sampai
0
0 C, untuk mengubahnya menjadi es, dan kemudian untuk
0
0
menurunkan es dari 0 C menjadi -12 C.
0
0
0
0
Jawab. Q = mcair(20 C - 0 C) + mLF + mces(0 C – (-12 C))
0
5
0
= (1,5 kg)(4186 J/kg C)(20 C) + (1,5 kg)(3,33x10 J/kg) +
0
0
(1,5 kg)(2100 J/kg C)( 12 C)
5
= 6,6 x 10 J = 660 kJ
10.4 Perpindahan Kalor
10.4.1 Konduksi
Konduksi adalah proses perpindahan panas jika panas mengalir dari
tempat yang suhunya tinggi ke tempat yang suhunya lebih rendah, dengan
media penghantar panas tetap. Konduksi kalor hanya terjadi jika ada
perbedaan temperatur. Dan memang pada percobaan bahwa kecepatan aliran
FISIKA DASAR 247

