Page 11 - E-BOOK BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF (3) PERTEMUAN
P. 11
c. Laring (pangkal tenggorokan)
Laring terletak antara faring dan trakea. Laring tersusun atas 9 buah tulang rawan
(kartilago). Bagian dalam dindingnya digerakkan oleh otot untuk menutup serta
membuka glotis. Glotis adalah lubang mirip celah yang menghubungkan trakea dengan
faring. Laring memiliki katup yang disebut epiglotis. Pada saat menelan makanan,
epiglotis tertutup sehingga makanan tidak masuk ke tenggorokan tetapi menuju
kerongkongan. Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke
saluran pernapasan karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka.
Walaupun demikian, saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan
berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan.
Sumber : www.medicinesia.com dan www.weebly.com
Gambar 4. Struktur Laring
d. Trakea (tenggorokan)
Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di leher
dan sebagian di rongga dada. Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh
cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia- silia ini berfungsi
menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.

