Page 5 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 5
Kata Pengantar
T
entu banyak orang yang mengenal nama Maria
Montessori (1870–1952). Tetapi, tidak banyak siapa
yang banyak mengilhami pemikiran‐pemikirannya
tentang pendidikan. Tak lain dan tak bukan, dia adalah Johan
Heinrich Pestalozzi (1746–1827).
Pestalozzi masyhur karena ucapannya yang menyebut
bahwa pendidikan yang baik harus didesain untuk
menciptakan lingkungan yang nyaman, senyaman rumah. Ia
juga menegaskan bahwa guru‐gurunya harus cerdas secara
emosional sehingga mampu memperoleh kepercayaan murid‐
muridnya dan memupuk rasa percaya diri mereka.
Namun, yang membetot perhatian saya justru tatkala
Pestalozzi mengatakan bahwa hidup itu sendirilah yang
mendidik kita. Jika dirunut lebih jauh, konsep sekolah
kehidupan (school of life) sebenarnya sudah memengaruhi
gagasan dan cara pandang Pestalozzi tentang pendidikan itu
sendiri. Yakni pendidikan harus menyatu dengan alam atau
kehidupan.
Tentu kehidupan manusia tak bisa dilepaskan dari
berbagai masalah yang melingkupinya. Ini sebuah
keniscayaan atau sunatullah. Dalam bahasa awam, kita
menyebutnya dinamika.
Warna‐warna kehidupan itulah yang melatih dan
mengajak kita untuk berpikir guna bertahan hidup. Bukan
hidup sekadar hidup, melainkan memaknai hidup untuk
Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | iii

