Page 6 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 6
menjadi insan yang bermanfaat. Dalam konteks Islam, hal ini
terfragmen dengan apik lewat kalimat ”Khoirun nas
anfa’uhum linnas” (sebaik‐baik manusia adalah yang
bermanfaat).
Buku ini meramu kumpulan cerpen dari para penulis yang
pernah terlibat di kelas menulis cerpen MediaGuru. Isinya
lebih banyak kontemplasi kehidupan. Buku ini dapat
dikatakan monumental karena memotret banyak hal, mulai
idealism hingga kritik terhadap ketimpangan sosial yang
terfragmen lewat krisis multidimensi saat ini.
Para penulisnya yang sebagian besar adalah pendidik
sangat jeli menangkap peristiwa‐peristiwa kecil yang bersifat
keseharian lewat cerpen. Mereka senyatanya tidak hanya
penikmat cerpen, tapi juga juru rekam kehidupan yang baik
dan itu terlihat di beberapa cerpen seperti Untuk Sesuatu
yang Biasa Kausebut Cinta yang dijadikan judul buku ini.
Buku tentu layak diapresiasi karena tidak hanya sebagai
wujud konsistensi para penulis ini di dunia literasi. Lebih dari
itu, buku ini ingin merealisasikan apa yang dikatakan Ki Hajar
Dewantara lewat ”Lawan sastra ngesti mulya” (Dengan ilmu,
kita menuju kemuliaan). Itulah yang tersirat dan tersurat
dalam buku kumpulan cerpen ini.
Eko Prasetyo
Pemimpin Redaksi MediaGuru
iv | 80 Cerpenis MediaGuru

