Page 106 - bk metamorfosis
P. 106
Seluruh siklus ini dilaksanakan oleh satuan pendidikan. Sementara siklus
sistem penjaminan mutu eksternal terdiri atas: (1) pemetaan mutu satuan pendidikan
berdasarkan Standar Nasional Pendidikan; (2) perencananaan peningkatan mutu yang
dituangkan dalam rencana strategis; (3) fasilitasi pemenuhan mutu di seluruh satuan
pendidikan; (4) monitoring dan evaluasi terhadap proses pelaksanaan pemenuhan
mutu; (5) penetapan dan evaluasi Standar Nasional Pendidikan; dan (6) pelaksanaan
akreditasi satuan pendidikan dan/atau program keahlian.
Siklus sistem penjaminan mutu eksternal ini dilaksanakan oleh pemerintah,
pemerintah daerah, lembaga standardisasi (BSNP) dan lembaga akreditasi
BAN S/M atau lembaga akreditasi mandiri sesuai kewenangan masing-
masing. Penjaminan mutu pendidikan mengacu pada standar sesuai peraturan
yang berlaku. Acuan utama adalah Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang
telah ditetapkan sebagai kriteria minimal yang harus dipenuhi oleh satuan
pendidikan dan penyelenggara pendidikan. Standar Nasional Pendidikan terdiri
atas: (1) Standar Kompetensi Lulusan, (2) Standar Isi, (3) Standar Proses, (4)
Standar Penilaian, (5) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, (6) Standar
Pengelolaan, (7) Standar Sarana dan Prasarana, dan (8) Standar Pembiayaan.
Kedelapan standar tersebut membentuk rangkaian input, proses, dan output.
Standar Kompetensi Lulusan merupakan output dalam rangkaian tersebut dan
akan terpenuhi apabila input terpenuhi sepenuhnya dan proses berjalan dengan
baik. Standar yang menjadi input dan proses dideskripsikan dalam bentuk
hubungan sebab-akibat dengan output. Standar dijabarkan dalam bentuk indikator
mutu untuk mempermudah kegiatan pemetaan mutu dalam penjaminan mutu
pendidikan. Secara ringkas indicator mutu dapat digambarkan sebagai berikut.
Gambar 5.2 Gambaran Umum Indikator Mutu Pendidikan Sesuai SNP
98 METAMORFOSIS
Pengembangan Sekolah Model di Bali

