Page 137 - bk metamorfosis
P. 137

Dari  grafik  di  atas  dapat  dideskripsikan  bahwa  implementasi  kurikulum
            2013 pada sekolah model dilihat  dari perencanaan pembelajaran  tergolong
            sangat  efektif  (94,90%),  demikian  pula  pelaksanaan  pembelajaran  tergolong
            sangat efektif berkisaran 94,98%. Hal tersebut menunjukkan bahwa sekolah
            telah melakukan persiapan pembelajaran dengan menyusun RPP sesuai dengan
            implementasi  kurikulum  2013. Pelaksanaan  pembelajaran  telah  dilaksanakan
            sesuai dengan perencanaan pembelajaran.
                 Pelaksanaan pembelajaran melibatkan empat aspek, yaitu: kegiatan awal,
            kegiatan inti, penilaian, dan kegiatan penutup. Gambaran efektivitas pelaksanaan
            pembelajaran dapat digambarkan sebagai berikut.


                           Pelaksanaan Pembelajaran Prov. Bali


                         Penutup
                    4                      93.57

                        Penilaian
                    3                                       95.81
                      Kegiatan Inti
                    2                                              96.69

                    1  Kegiatan Awal                       95.65

                             92.00   93.00  94.00   95.00  96.00   97.00

                 Gambar 7.9 Gambaran Pelaksanaan Pembelajaran Implementasi
                 Kurikulum 2013 Semua Jenjang di Provinsi Bali Tahun 2017


                 Dalam pelaksanaan pembelajaran, kegiatan awal pembelajaran, kegiatan inti
            pembelajaran, penilaian dan kegiatan penutup tergolong dalam kategori sangat
            efektif. Hal ini ditunjukkan dengan persentase bahwa pada pelaksanaan kegiatan
            awal efektivitasnya sebesar berkisar 95,65%, kegiatan  inti  sebesar 96,69%,
            penilaian  sebesar  95,81%, dan  kegiatan  penutup  93,57%. ini  menunjukkan
            bahwa pengkondisian peserta didik di kegiatan awal pembelajaran dilaksanakan
            melalui  pengkondisian suasana belajar  yang menyenangkan, menyampaikan
            kompetensi  yang telah  dipelajari  dan dikembangkan  serta  manfaatnya  dalam
            kehidupan  sehari-hari.  Sementara  itu  penerapan  pendekatan  saintifik  telah
            diimplemen-tasikan  pada kegiatan  inti pembelajaran melalui  kegiatan yang
            mengajak siswa untuk mengamati, mendorong peserta didik untuk bertanya dan
            mengemukakan pendapatnya, memberikan latihan terbimbing melalui tugas-tugas
            berkelompok, memotivasi  siswa mengasosiasi, serta melaksanakan  penilaian
            sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Di akhir pembelajaran siswa diajak untuk
            melakukan refleksi dan evaluasi, serta tindak lanjut pembelajaran.  Ada beberapa



            METAMORFOSIS                                                                   129
            Pengembangan Sekolah Model di Bali
   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142