Page 132 - bk metamorfosis
P. 132

19  intensitas apresiasi yang diterima sekolah  70.21  86.52
                                                         60.28
                   18   intensitas keluhan yang diterima sekolah  55.50
                   17  mutu sarana prasaran yang disediakan sekolah?  65.78  82.98
                   16         mutu pengelolaan sekolah?    67.38  84.22
                   15    mutu pendidik dan tenaga pendidikan  67.91  86.70
                   14  mutu materi pembelajaraan yang diberikan…  67.20  86.52
                   13  mutu proses pembelajaraan yang diberikan…  67.55  86.88
                   12    komitmen antar warga sekolah dalam…  68.44  88.83
                   11    kepedulian antar warga sekolah dalam…  68.79  88.30
                   10   keterbukaan antar warga sekolah dalam…  68.62  87.94
                   9     kerjasama antar warga sekolah dalam…  68.79  88.12
                   8     kepedulian masyarakat sekitar dalam…  64.36  82.80
                   7   pelibatan peran pemerintah daerah dalam…  69.50  85.46
                   6       konstribusi perguruan tinggi dalam…  53.72  69.33
                   5  keaktifan pelibatan industri dalam mendukung…  51.06 64.54
                          keaktifan pelibatan orang tua dalam…  82.09
                   4                                     61.17
                          tingkat keberlanjutan sekolah dalam…  83.33
                   3                                      63.83
                          tingkat kemandirian sekolah dalam…  82.45
                   2                                      62.59
                     tingkat kesadaran sekolah dalam memberikan…  84.40
                   1                                      63.83
                                           0.0010.0020.0030.0040.0050.0060.0070.0080.0090.00100.00
                                      Sesudah  Sebelum

                 Gambar 7.7 Hasil Implementasi SPMI pada Satuan Pendidikan
                 Berdasarkan gambar di atas tampak bahwa terjadi varians yang relatif sama
            antara butir yang satu dengan butir yang lain pada dimensi hasil implementasi
            SPMI pada satuan pendidikan. Hasil implementasi SPMI pada satuan pendidikan
            tergolong  efektif  sekitar  73,79%;  sebelum  dan  sesudah  perdampak  signifikan
            untuk semua butir. Namun, dari beberapa butir juga ada yang belum efektif yakni
            kontribusi perguruan tinggi dan keterlibatan pemerintah daerah. Dengan demikian
            dapat disimpulkan bahwa hasil implementasi SPMI pada satuan pendidikan baru
            pada kepentingan internal saja.
                 Secara rinci efektivitas program sistem penjaminan mutu internal (SPMI)
            seluruh sekolah model di Provinsi Bali disajikan pada tabel berikut.

                 Tabel 7.3 Efektivitas Program SPMI Sekolah Model Secara Kesekuruhan

             No        Instansi                   Kab/Kota     Capain (%)   Kategori
                 1     SDN 1 Bondalem             Buleleng        69.05     Cukup efektif
                 2     SDN 1 Dencarik             Buleleng        66.74     Cukup efektif
                 3     SD N 1 Sangsit             Buleleng        75.52     Efektif
                 4     SD Negeri 2 Penuktukan     Buleleng        65.36     Cukup efektif
                 5     SDN 3 Bubunan              Buleleng        66.51     Cukup efektif
                 6     SDN 3 Sambangan            Buleleng        71.36     Efektif
                 7     SD N 4 Banyuasri           Buleleng        84.06     Efektif
                 8     SDN 4 Kampung Baru         Buleleng        74.60     Efektif



       124                                                                  METAMORFOSIS
                                                               Pengembangan Sekolah Model di Bali
   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137