Page 129 - bk metamorfosis
P. 129

Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat dijelaskan bahwa pada dimensi
            proses pendampingan,  dampak  pendampingan,  serta  hasil  implementasi
            menunjukkan  bahwa SPMI sudah berjalan  efektif,  namun  pada  dimensi
            penerapan tingkat efektivitasnya cukup baik. Klasifikasi ini terjadi karena waktu
            implementasi sangat terbatas, sehingga hal-hal yang bersifat perlu penajaman
            belum bisa dilaksanakan dengan baik. Tingkat pengetahuan peserta tentang SPMI
            sudah dikuasai oleh pendamping, namun pada tahap implementasi belum bisa
            dilaksanakan dengan optimal.  Untuk lebih jelas tentang efektivitas pelaksanaan
            program SPMI masing-masing dimensi dapat dijelaskan sebagai berikut.


            Proses Pendampingan


                 Proses pendampingan  program  SPMI dipotret  menggunakan  18 butir
            instrumen ang tersebar dari nomor butir 1 sampai butir 18. Dari butir ini kemudian
            disekor,  selanjutnya  diubah  menjadi  skor standar  100.  Hasil  analisis  dimensi
            proses pendampingan dapat digambarkan sebagai berikut.



                                   Perbaikan selajutnya         52.30
                                  Pendampingan efektif                 79.26
                  Kompetensi pendamping menoptimalkan waktu            80.14
                     Kompetensi pendamping membuat suasana              82.98
                       Kompetensi pendamping dalam aktivitas           81.74
                  Kompetensi pendamping menjawab pertanyaan            81.91
                  Kompetensi pendamping menerima pertanyaan            81.74
                            kompetensi dalam menjelaskan               81.91
                           Efektivitas Bentuk Pendampingan          67.20
                                  Bentuk pendampingan                  81.03
                                  Waktu pendampingan             56.97
                     Keterlibatan Pemangku kepentingan dalam…          78.72
                              Konten dalam pendampingan               76.24
                           Pelibatan Pemangku Kepentingan        55.32
                                      Sosialisasi SPMI                     95.83
                                    Transper of training                    99.29
                      Penyiapan diri dalam melaksanakan SPMI               97.16
                                Frekuensi Pendampingan       40.25
                                                0.00  20.00  40.00  60.00  80.00 100.00 120.00

                 Gambar 7.4 Proses Pendampingan Program SPMI

                 Berdasarkan gambar di atas tampak bahwa terjadi varians yang cukup besar
            antara butir yang satu dengan butir yang lain pada dimensi proses pendampingan.
            Proses pendampingan  memiliki  rentang  skor dari  40,25% sampai  99,29%.
            Frekuensi pendampingan  relatif  rendah karena terbentur dengan anggararan.
            Pelibatan pemangku kepentingan dalam penerapan SPMI juga belum maksismal
            dilakukan, demikian pula waktu pendampingan juga terbatas. Selain itu indicator-
            indikator yang lain sudah cukup efektif.


            METAMORFOSIS                                                                   121
            Pengembangan Sekolah Model di Bali
   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134