Page 126 - bk metamorfosis
P. 126
Praktek SPMI Bagi Sekolah Model
Program SPMI yang dilakukan oleh LPMP Bali Tahun 2017 meliputi
proses pendampingan, dampak pendampingan, implementasi SPMI, dan hasil
implementasi SPMI. Keempat bagian ini, dalam kajian ini dimasukkan dalam
dimensi. Efektivitas program SPMI di potret dengan menggunakan instrumen
yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan dalam bentuk ceklis
disertai bukti fisik. Penyekoran instrumen dilakukan dengan pedoman penyekoran
yang bersifat komposit. Semua butir instrumen memiliki bobot yang sama,
sehingga hasil penyekorannya diubah menjadi skor standar 100.
Efektivitas program SPMI diklasifikasikan menjadi empat, yakni sangat
efektif (86 - 100), efektif (71 – 85), cukup efektif (56 – 70), dan kurang efektif
(kurang dari sama dengan 55). Hasil analisis efektivitas program SPMI untuk
masing-masing Kabupaten/Kota dan Provinsi disajikan dalam bentuk tabel dan
grafik seperti terlihat dalam bagian berikut.
Tabel 7.1 Efektivitas Program SPMI di Provinsi Bali Secara Keseluruhan
No. Kabupaten/Kota Efektivitas Program SPMI (%) Keterangan
1. Buleleng 72.58 Efektif
2. Jembrana 72.67 Efektif
3. Tabanan 72.68 Efektif
4. Badung 74.20 Efektif
5. Gianyar 70.60 Cukup Efektif
6. Klungkung 75.50 Efektif
7. Bangli 75.22 Efektif
8. Karangasem 71.90 Efektif
9. Denpasar 72.74 Efektif
10. Provinsi Bali 72.45 Efektif
(Sumber: Analisis Instrumen)
118 METAMORFOSIS
Pengembangan Sekolah Model di Bali

